Berita Internasional
500 Drone Rusia dan Rudal Hantam Ukraina dalam Semalam, Satu Anak Tewas
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Jumat (10/10/2025) dini hari.
Seorang kerabat keluarga itu mengungkapkan kisah memilukan, sang ayah baru saja “kembali dari penahanan pada Maret lalu setelah ditahan selama tiga tahun.”
Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia, Regina Kharchenko, menyebut kota tersebut diserang selama lebih dari enam jam berturut-turut.
Serangan dimulai dengan delapan drone kamikaze Shahed, disusul bom udara berpemandu dan rudal jelajah.
Permukiman Kushuhum di wilayah yang sama juga menjadi sasaran tembakan artileri. Beberapa rumah, toko, dan fasilitas umum rusak berat, menurut laporan media lokal.
Serangan Terkoordinasi
Militer Ukraina menyebut serangan ini merupakan bagian dari operasi gabungan udara Rusia yang menargetkan infrastruktur energi dan kawasan permukiman.
Gelombang serangan malam semacam ini telah meningkat tajam menjelang musim dingin, ketika kebutuhan energi warga Ukraina mulai meningkat.
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan dukungan sistem pertahanan udara tambahan dari negara-negara Barat untuk melindungi warga sipil.
“Ratusan drone setiap malam bukan hanya angka. Itu adalah nyawa yang terancam, keluarga yang hancur, dan rumah yang musnah,” katanya dalam pernyataan video pada Jumat pagi. (*)
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Serangan-Rusia-terhadap-Ukraina-yang-membakar-sebuah-gedung-bertingkat.jpg)