Berita Internasional
500 Drone Rusia dan Rudal Hantam Ukraina dalam Semalam, Satu Anak Tewas
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Jumat (10/10/2025) dini hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Serangan-Rusia-terhadap-Ukraina-yang-membakar-sebuah-gedung-bertingkat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Jumat (10/10/2025) dini hari.
Hampir 500 drone dan rudal dilepaskan dalam satu malam, menghantam sejumlah kota dan menimbulkan kerusakan parah, termasuk di ibu kota Kyiv.
Seorang anak berusia tujuh tahun dilaporkan tewas di Zaporizhzhia, sementara 12 orang lainnya terluka di berbagai wilayah.
Menurut laporan militer Ukraina, total 465 drone, termasuk drone kamikaze, serta 32 rudal, di antaranya rudal balistik, ditembakkan ke seluruh negeri.
Serangan kali ini disebut sebagai salah satu yang paling intens sepanjang tahun 2025.
Api dan Ledakan di Kyiv
Di ibu kota Kyiv, serangan itu menyebabkan kebakaran besar di sebuah gedung apartemen 17 lantai.
Petugas penyelamat mengevakuasi lebih dari 20 warga dari bangunan yang terbakar setelah dihantam rudal Rusia.
Wali Kota Kyiv Vitalii Klychko melaporkan bahwa 12 orang terluka akibat pecahan kaca dan reruntuhan.
Serangan juga merusak bangunan di beberapa distrik, termasuk Pechersk dan Holosiivskyi.
Di Pechersk, serpihan drone menghantam apartemen dan memicu kebakaran. Sementara di Holosiivskyi, sejumlah mobil terbakar dan fasad bangunan rusak berat.
Akibat serangan itu, beberapa wilayah Kyiv mengalami pemadaman listrik parsial dan gangguan air bersih.
Anak Tewas di Zaporizhzhia
Di bagian tenggara Ukraina, tragedi menimpa satu keluarga di wilayah Zaporizhzhia.
Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun tewas setelah rumah mereka dihantam rudal Rusia. Orang tuanya mengalami luka-luka.
Seorang kerabat keluarga itu mengungkapkan kisah memilukan, sang ayah baru saja “kembali dari penahanan pada Maret lalu setelah ditahan selama tiga tahun.”
Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia, Regina Kharchenko, menyebut kota tersebut diserang selama lebih dari enam jam berturut-turut.
Serangan dimulai dengan delapan drone kamikaze Shahed, disusul bom udara berpemandu dan rudal jelajah.
Permukiman Kushuhum di wilayah yang sama juga menjadi sasaran tembakan artileri. Beberapa rumah, toko, dan fasilitas umum rusak berat, menurut laporan media lokal.
Serangan Terkoordinasi
Militer Ukraina menyebut serangan ini merupakan bagian dari operasi gabungan udara Rusia yang menargetkan infrastruktur energi dan kawasan permukiman.
Gelombang serangan malam semacam ini telah meningkat tajam menjelang musim dingin, ketika kebutuhan energi warga Ukraina mulai meningkat.
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan dukungan sistem pertahanan udara tambahan dari negara-negara Barat untuk melindungi warga sipil.
“Ratusan drone setiap malam bukan hanya angka. Itu adalah nyawa yang terancam, keluarga yang hancur, dan rumah yang musnah,” katanya dalam pernyataan video pada Jumat pagi. (*)
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.