Berita Internasional
Rusia Tersinggung! Macron Disebut Hina Putin Secara Vulgar di Hadapan Dunia
Pemerintah Rusia melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pernyataannya yang menyamakan Presiden Vladimir Putin
TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah Rusia melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pernyataannya yang menyamakan Presiden Vladimir Putin dengan “predator” dan “raksasa” dalam wawancara publik yang disiarkan luas.
Moskwa menyebut komentar tersebut sebagai bentuk penghinaan yang melampaui batas diplomasi.
Dalam wawancara dengan penyiar LCI pekan lalu, Macron memperingatkan para pemimpin Eropa agar tidak mempercayai Putin.
“Demi kelangsungan hidupnya sendiri, (Putin) harus terus makan. Itu berarti dia adalah predator, raksasa di gerbang kita,” kata Macron.
Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Macron menghadiri pertemuan strategis di Washington bersama Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya.
Pertemuan tersebut membahas koordinasi dukungan terhadap Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menanggapi pernyataan Macron, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan protes terbuka dalam siaran televisi nasional.
“Pernyataan tersebut tidak hanya melewati batas kewajaran, tetapi juga kesopanan, menjadi penghinaan vulgar terhadap Rusia dan rakyatnya,” tegas Zakharova.
Rusia menilai komentar Macron sebagai cerminan sikap bermusuhan yang telah lama dianut oleh Prancis, terutama sejak invasi militer Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Moskwa juga menuduh Paris memperkeruh konflik melalui dukungan militer dan politik kepada Kyiv.
Prancis sendiri dikenal sebagai salah satu negara Eropa Barat yang paling vokal dalam mendukung Ukraina.
Selain mengirimkan bantuan senjata, Paris juga telah menyalurkan dukungan finansial sebagai bentuk solidaritas terhadap Kyiv.
Ketegangan diplomatik antara Moskwa dan Paris diperkirakan akan meningkat, seiring retorika yang semakin tajam dari kedua belah pihak.
Komentar Macron dinilai oleh banyak pengamat sebagai sinyal bahwa Eropa tengah memperkuat barisan menghadapi ancaman geopolitik dari Timur. (*)
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Emmanuel-Macron-lahir-pada-21-Desember-1977-di-Amiens-Prancis.jpg)