Berita Internasional

Rusia Tersinggung! Macron Disebut Hina Putin Secara Vulgar di Hadapan Dunia

Pemerintah Rusia melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pernyataannya yang menyamakan Presiden Vladimir Putin

Editor: Wawan Akuba
France
PROFIL TOKOH - Emmanuel Macron, lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, Prancis, mencatat sejarah sebagai presiden termuda Prancis sejak Napoleon I. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah Rusia melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pernyataannya yang menyamakan Presiden Vladimir Putin dengan “predator” dan “raksasa” dalam wawancara publik yang disiarkan luas.

Moskwa menyebut komentar tersebut sebagai bentuk penghinaan yang melampaui batas diplomasi.

Dalam wawancara dengan penyiar LCI pekan lalu, Macron memperingatkan para pemimpin Eropa agar tidak mempercayai Putin.

“Demi kelangsungan hidupnya sendiri, (Putin) harus terus makan. Itu berarti dia adalah predator, raksasa di gerbang kita,” kata Macron.

Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Macron menghadiri pertemuan strategis di Washington bersama Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya.

Pertemuan tersebut membahas koordinasi dukungan terhadap Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.

Menanggapi pernyataan Macron, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan protes terbuka dalam siaran televisi nasional.

“Pernyataan tersebut tidak hanya melewati batas kewajaran, tetapi juga kesopanan, menjadi penghinaan vulgar terhadap Rusia dan rakyatnya,” tegas Zakharova.

Rusia menilai komentar Macron sebagai cerminan sikap bermusuhan yang telah lama dianut oleh Prancis, terutama sejak invasi militer Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Moskwa juga menuduh Paris memperkeruh konflik melalui dukungan militer dan politik kepada Kyiv.

Prancis sendiri dikenal sebagai salah satu negara Eropa Barat yang paling vokal dalam mendukung Ukraina.

Selain mengirimkan bantuan senjata, Paris juga telah menyalurkan dukungan finansial sebagai bentuk solidaritas terhadap Kyiv.

Ketegangan diplomatik antara Moskwa dan Paris diperkirakan akan meningkat, seiring retorika yang semakin tajam dari kedua belah pihak.

Komentar Macron dinilai oleh banyak pengamat sebagai sinyal bahwa Eropa tengah memperkuat barisan menghadapi ancaman geopolitik dari Timur. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:21
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:17

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved