Bansos 2025

Penyaluran Bansos Mulai Agustus 2025 Bakal Pakai Payment ID, Ini Manfaat serta Tantangannya

Penyaluran bansos kini digital lewat Payment ID, KTP jadi 'KTP Keuangan' yang hubungkan semua rekening dan dompet digital penerima.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
ist
PAYMENT ID - Ilustrasi e-payment. Penyaluran bansos kini digital lewat Payment ID, KTP jadi 'KTP Keuangan' yang hubungkan semua rekening dan dompet digital penerima. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penyaluran bantuan sosial (Bansos) kini di digitalisasi.

Artinya penyaluran akan dilakukan menggunakan teknologi.

Dilansir dari WartaKota.com, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) sedang siapkan sistem Payment ID.

Payment ID adalag sistem identifikasi digital keuangan yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (KTP).

Baca juga: Benarkah Putar dan Nyanyi Lagu di Nikahan Kena Royalti? Ini Kata Perancang UU Hak Cipta

Sehingga dalam prosesnya, KTP berfungsi sebagai "KTP Keuangan".

Payment ID ini memiliki satu kode unik yang menghubungkan semua rekening bank, dompet digital dan kanal pembayaran yang dimiliki seseorang.

Manfaatnya dari Payment ID ini adalah semua arus dana bisa dilacak serta memudahkan proses verifikasi dan pencatatan transaksi, sehingga pemerintah mendorong digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sistem ini.

Hal itu dikatakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan bahwa penggunaan Payment ID merupakan tuntutan zaman untuk mewujudkan proses penyaluran yang lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.

Baca juga: Ikut Gerakan Gagal Bayar Pinjol? OJK: Siap-Siap Sulit Dapat Kerja dan Kredit Rumah

"Iya, ini tuntutan lah ya. Memang hari ini kita supaya lebih transparan. Bisa diikuti oleh siapa pun, lebih tepat sasaran, lebih efisien," kata Gus Ipul di kantornya, Selasa (12/8/2025).

Gus Ipul berujar, digitalisasi membawa banyak manfaat, meskipun di lapangan masih ditemukan tantangan, terutama bagi penerima bansos lanjut usia atau mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi. 

"Itu tantangan-tantangan di lapangan," ujar Gus Ipul.

Baca juga: PPPK 2025 Ternyata Tidak Dibuka untuk Umum, Simak Kriteria dan Persyaratan Lengkapnya

Gus Ipul menerangkan bahwa uji coba program Payment ID sudah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Dengan adanya digitalisasi penyaluran bansos itu In Shaa Allah nanti akan lebih cepat, tepat waktu, dan juga akan lebih akurat untuk bisa sampai kepada mereka yang berhak,” jelasnya. 

Meskipun berbasis digital, mekanisme penyaluran tetap melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun PT Pos Indonesia.

Baca juga: Promo Indomaret dan Alfamaret hingga 15 Agustus 2025: Ada Minyak Goreng 2L Cuma Rp30 Ribuan

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved