Sains dan Teknologi

Diungkap Bos Meta, Ini Penyebab Orang Makin Betah Main Facebook

Mark Zuckerberg, bos besar Meta Platforms Inc. (induk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger), mengungkap penyebab utama

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
DATA -- Bos Meta (induk Facebook, Instagram, WhatsApp), Mark Zuckerberg. 

Pada segmen iklan digital, konversi iklan di Instagram tercatat naik 5 persen, sedangkan di Facebook naik 3 persen, berkat penerapan fitur AI generatif untuk pembuatan konten promosi.

AI juga dimanfaatkan untuk layanan pelanggan otomatis melalui chatbot Meta AI, yang kini digunakan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.

Zuckerberg turut menyoroti penjualan produk fisik Meta yang terangkat berkat AI, khususnya kacamata pintar smart glasses Ray-Ban Meta dan Oakley Meta HSTN.

Fitur AI di kacamata tersebut mendukung pengalaman hands-free dengan asisten virtual, kamera pintar, hingga kemampuan interaksi real-time.

Pengguna Naik, Laba Meroket

Dampak langsung penerapan AI tak hanya terasa pada waktu penggunaan, tetapi juga kinerja finansial perusahaan. Hingga Juni 2025, total pengguna aktif Meta, termasuk Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp, mencapai 3,4 miliar orang. Angka ini naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan (revenue) Meta di kuartal II-2025 melonjak ke angka 47,1 miliar dollar AS, naik 22 persen dibanding kuartal yang sama 2024. Sedangkan laba bersihnya tercatat 18,3 miliar dollar AS, atau setara Rp 295 triliun (kurs Rp 16.100), melonjak 36 persen dibanding tahun lalu.

“Secara garis besar, di kuartal II-2025 ini kami melihat perkembangan performa bisnis yang signifikan berkat kehadiran AI di segala lini bisnis kami,” pungkas Zuckerberg.

Zuckerberg menekankan bahwa AI akan terus menjadi tulang punggung Meta, baik untuk menghadirkan konten personal bagi miliaran pengguna di seluruh dunia, mendongkrak performa iklan, maupun melahirkan produk baru yang relevan dengan tren digital.

Sampai hari ini, meskipun beberapa perusahaan mulai berhati-hati memanfaatkan AI generatif, warganet justru semakin mengandalkan teknologi ini untuk mendukung aktivitas online mereka, termasuk untuk membuat konten, mencari ide, hingga sekadar hiburan di timeline.

Dengan strategi ini, Meta berupaya menjaga posisi dominannya sebagai salah satu raksasa media sosial dunia, sekaligus menunjukkan bahwa investasi triliunan rupiah mereka di bidang AI mulai membuahkan hasil yang nyata.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved