Sains dan Teknologi
Diungkap Bos Meta, Ini Penyebab Orang Makin Betah Main Facebook
Mark Zuckerberg, bos besar Meta Platforms Inc. (induk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger), mengungkap penyebab utama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DATA-Bos-Meta-induk-Facebook-Instagram-WhatsApp-Mark-Zuckerberg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional — Mark Zuckerberg, bos besar Meta Platforms Inc. (induk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger), mengungkap penyebab utama mengapa pengguna makin betah berlama-lama berselancar di Facebook dan Instagram.
Jawabannya: kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Hal ini disampaikan Zuckerberg dalam laporan keuangan Meta untuk kuartal II-2025 yang dirilis Kamis (31/7/2025).
Dalam dokumen Prepared Remarks, ia menjelaskan bahwa sistem rekomendasi berbasis AI Meta semakin efektif menampilkan konten yang relevan dan menarik sesuai minat pengguna.
“Waktu yang dihabiskan pengguna di Facebook dan Instagram terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dipicu oleh kemajuan teknologi AI dan sistem rekomendasi yang kami terapkan di kedua platform tersebut,” kata Zuckerberg.
Baca juga: Baru Buka 10 Hari, Mie Gacoan di Gorontalo Sudah Setor Pajak Rp 15 Juta
Berdasarkan catatan internal Meta, durasi penggunaan (time spent) Facebook meningkat sekitar 5 persen di kuartal kedua tahun ini.
Sementara itu, time spent di Instagram juga tumbuh 6 persen pada periode yang sama.
Meski tak membeberkan fitur spesifik, Zuckerberg menegaskan bahwa algoritma rekomendasi di timeline menjadi faktor kunci.
Dengan teknologi AI, konten di Facebook dan Instagram semakin personal, mulai dari unggahan teman, video pendek, reels, hingga saran grup atau topik yang relevan.
Pembuatan Konten Generatif dan Alat AI Baru
Selain sistem rekomendasi, Meta juga sedang mendorong penggunaan AI generatif di berbagai lini produk.
Zuckerberg menyoroti potensi fitur Edits, sebuah aplikasi penyunting video berbasis AI buatan Meta yang dirancang mempermudah pengguna membuat konten kreatif.
“Pembuatan konten dengan AI juga memiliki potensi besar untuk menarik pengguna. Kami melihat perkembangan signifikan pada alat-alat AI kami, termasuk Edits,” jelasnya.
Dorong Konversi Iklan dan Produk Fisik
Tak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, teknologi AI juga berperan langsung mendongkrak bisnis Meta.
Pada segmen iklan digital, konversi iklan di Instagram tercatat naik 5 persen, sedangkan di Facebook naik 3 persen, berkat penerapan fitur AI generatif untuk pembuatan konten promosi.
AI juga dimanfaatkan untuk layanan pelanggan otomatis melalui chatbot Meta AI, yang kini digunakan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Zuckerberg turut menyoroti penjualan produk fisik Meta yang terangkat berkat AI, khususnya kacamata pintar smart glasses Ray-Ban Meta dan Oakley Meta HSTN.
Fitur AI di kacamata tersebut mendukung pengalaman hands-free dengan asisten virtual, kamera pintar, hingga kemampuan interaksi real-time.
Pengguna Naik, Laba Meroket
Dampak langsung penerapan AI tak hanya terasa pada waktu penggunaan, tetapi juga kinerja finansial perusahaan. Hingga Juni 2025, total pengguna aktif Meta, termasuk Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp, mencapai 3,4 miliar orang. Angka ini naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan (revenue) Meta di kuartal II-2025 melonjak ke angka 47,1 miliar dollar AS, naik 22 persen dibanding kuartal yang sama 2024. Sedangkan laba bersihnya tercatat 18,3 miliar dollar AS, atau setara Rp 295 triliun (kurs Rp 16.100), melonjak 36 persen dibanding tahun lalu.
“Secara garis besar, di kuartal II-2025 ini kami melihat perkembangan performa bisnis yang signifikan berkat kehadiran AI di segala lini bisnis kami,” pungkas Zuckerberg.
Zuckerberg menekankan bahwa AI akan terus menjadi tulang punggung Meta, baik untuk menghadirkan konten personal bagi miliaran pengguna di seluruh dunia, mendongkrak performa iklan, maupun melahirkan produk baru yang relevan dengan tren digital.
Sampai hari ini, meskipun beberapa perusahaan mulai berhati-hati memanfaatkan AI generatif, warganet justru semakin mengandalkan teknologi ini untuk mendukung aktivitas online mereka, termasuk untuk membuat konten, mencari ide, hingga sekadar hiburan di timeline.
Dengan strategi ini, Meta berupaya menjaga posisi dominannya sebagai salah satu raksasa media sosial dunia, sekaligus menunjukkan bahwa investasi triliunan rupiah mereka di bidang AI mulai membuahkan hasil yang nyata.(*)
| SpaceX Luncurkan 28 Satelit ke Orbit Rendah Bumi, Warga California Sempat Dengarkan Sonic Boom |
|
|---|
| iPhone 17 Kena Masalah Serius, Pengguna Keluhkan Sinyal Hilang dan Wi-Fi Putus |
|
|---|
| Apple Punya Jurus Rahasia untuk iPhone Lipat, Siap Balikkan Dominasi Samsung dan Google? |
|
|---|
| Tablet Sultan Baru! Samsung Tab S11 Ultra Usung Layar 14,6 Inci AMOLED |
|
|---|
| Belanda Paksa Facebook-Instagram Kembali ke Timeline Lama, Bukan Lagi Rekomendasi Profiling |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.