Lipsus Harga Beras

Beras Mahal, Sembako Ikut Naik, Warga Gorontalo Tercekik Kenaikan Harga

Harga kebutuhan pokok di Gorontalo kembali membuat warga kelimpungan.  Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, harga beras sebagai bahan

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
HARGA BERAS -- Harga beras di Kabupaten Gorontalo kembali melonjak tajam dan membuat resah warga serta pedagang. Di Pasar Sentral Limboto, harga beras kini mencapai Rp820 ribu per koli, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sekitar Rp650 ribu. 

Ketua Komisi II, Nikson Yapanto, menyampaikan bahwa saat ini ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern mulai sulit ditemukan.

Menurutnya, ini menjadi sinyal penting bagi Perum Bulog untuk segera bertindak.

"Ini tugasnya Bulog ini. Kami Komisi II berharap, Bulog segera melakukan operasi pasar," kata Nikson Yapanto, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (22/7/2025).

Nikson menilai kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan. 

Harga beras naik secara perlahan, dan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan beras premium yang sebelumnya mudah diakses.

"Tadinya beras premium mudah dibeli di Alfamart dan Indomart, namun saat ini sudah nggak ada," kata Nikson.

Meski masih ada beberapa toko yang menjual beras premium, jumlah dan mereknya mulai terbatas. 

Menurutnya, hal ini bisa menjadi dampak dari mencuatnya isu beras oplosan beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Nikson menegaskan bahwa hukum ekonomi sedang berjalan, ketika stok terbatas, harga pun akan naik.

"Bagi saya hukum ekonomi berlaku, minimnya beras premium mengakibatkan harga beras di pasaran mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera turun melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi ril di tengah masyarakat.

"Dalam waktu dekat, Komisi II bakal turun untuk melakukan pengecekan," sambung Nikson.

Di akhir, ia kembali menekankan peran penting Bulog dalam menstabilkan harga.

"Negara memberi tugas kepada Bulog, Bulog harus melakukan operasi pasar," pungkasnya.

(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved