Jumat, 20 Maret 2026

Berita Internasional

Gubernur California Gugat Trump, Sebut Penyebaran Garda Nasional sebagai Ancaman Otoritarianisme

Gubernur California Gavin Newsom secara resmi menggugat Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/6/2025).

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gubernur California Gugat Trump, Sebut Penyebaran Garda Nasional sebagai Ancaman Otoritarianisme
Kredit: Michael Koziol
DEMO LA - Anggota serikat buruh berunjuk rasa di Washington, DC, menuntut pembebasan pemimpin serikat buruh David Huerta, yang ditangkap di Los Angeles pada hari Jumat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur California Gavin Newsom secara resmi menggugat Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/6/2025).

Hal itu ia lakukan setelah meningkatnya ketegangan akibat aksi protes terhadap razia imigrasi oleh pemerintah federal di Los Angeles.

"Kami menggugat Donald Trump. Ini adalah krisis yang direkayasa. Dia menciptakan ketakutan dan teror untuk mengambil alih milisi negara bagian dan melanggar Konstitusi AS," tulis Newsom di platform X.

Langkah hukum ini diumumkan hanya dua hari setelah Trump menandatangani memorandum yang memerintahkan pengerahan minimal 2.000 personel Garda Nasional ke wilayah Los Angeles County.

Langkah itu dilakukan menyusul bentrokan antara petugas imigrasi dengan para demonstran yang memprotes penahanan massal terhadap imigran.

Menurut Newsom, perintah tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara bagian.

"Perintah ilegal yang dia tandatangani bisa membuatnya mengirim militer ke NEGARA BAGIAN MANA SAJA SESUKANYA," ujar Newsom.

“Setiap gubernur – baik dari Partai Republik maupun Demokrat – harus menolak tindakan keterlaluan ini,” tambahnya. 

Tuduhan Menuju Otoritarianisme

“Banyak orang menyebut ini berlebihan. Tapi ini bukan,” katanya.

“Ini adalah langkah yang jelas menuju otoritarianisme yang mengancam fondasi republik kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” ucapnya. 

Protes mulai pecah pada Jumat lalu setelah agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menahan ratusan orang di Los Angeles yang dicurigai berada di AS secara ilegal.

Pemerintah Trump menyatakan razia akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya keras terhadap imigrasi ilegal.

Namun, para kritikus menyebut ICE menyasar imigran tak berdokumen yang taat hukum dan merupakan bagian penting dari komunitas serta ekonomi lokal.

Orang yang ditangkap bukan pelaku kriminal sebagaimana dijanjikan Trump dalam kampanyenya.

Marinir Dikerahkan, Newsom Menolak

Militer AS juga mengirimkan 700 Marinir untuk memperkuat Garda Nasional dan melindungi properti serta personel federal, seiring menyebarnya protes ke kota-kota lain seperti San Francisco dan Washington DC.

“Marinir adalah pahlawan yang telah membela demokrasi. Sangat tidak Amerika jika mereka digunakan untuk menghadapi rakyatnya sendiri,” kata Newsom.

“Mereka tidak seharusnya dikirim ke tanah air sendiri demi memuaskan fantasi diktator seorang presiden,” tambahnya. 

Trump: Tangkap Saja Newsom

Dalam eskalasi retorika, Presiden Trump bahkan mendukung penangkapan Gubernur Newsom.

Ini menyusul komentar mantan "tsar perbatasan" Tom Homan yang mengatakan siapa pun yang menghalangi penegakan hukum imigrasi bisa ditahan – termasuk Newsom dan Wali Kota LA.

"Silakan tangkap saya. Ayo kita selesaikan sekarang, pria tangguh. Saya tidak peduli," tantang Newsom dalam wawancara televisi pada Minggu malam.

Setibanya di Gedung Putih pada Senin pagi dari Camp David, Trump menyatakan setuju dengan ide tersebut.

"Saya akan melakukannya kalau jadi Tom. Itu ide yang bagus. Newsom suka cari perhatian, tapi saya pikir itu ide yang luar biasa," ucapnya. 

Meski sempat mengatakan ia menyukai Newsom, Trump menyebutnya sangat tidak kompeten dan menyoroti proyek kereta cepat California yang bermasalah. 

Ia juga menuduh para demonstran sebagai “agitator profesional” dan pemberontak yang seharusnya dipenjara.

Trump menambahkan bahwa tanpa kehadiran Garda Nasional, Los Angeles sudah hancur total, dan menyebut Newsom serta Wali Kota LA Karen Bass seharusnya berterima kasih kepadanya.

Dalam unggahan media sosial, ia kembali mengejek Newsom dengan julukan “Newscum”.

Bentrok Meluas, Anak-anak Ikut Ditangkap

Ketegangan terus memuncak hingga San Francisco, di mana sekitar 60 orang, termasuk anak-anak, ditangkap pada Minggu malam.

Polisi San Antonio melaporkan adanya perusakan kendaraan dan gedung, serta dua petugas mengalami luka ringan.

Di tengah meningkatnya krisis, ribuan anggota serikat buruh turun ke jalan pada Selasa (10/6/2025) menuntut pembebasan David Huerta, Presiden Serikat Pekerja Jasa California, yang ditangkap saat aksi solidaritas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved