Berita Internasional
Tegang! Iran Enggan Main Sepak Bola di Amerika, Negosiasi ke FIFA untuk Pindah Venue
Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan putaran pertama mereka di Piala Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FIFA-Denda-Miliaran-Rupiah-dijatuhkan-FIFA.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko karena alasan keamanan.
- Ketegangan meningkat setelah pernyataan Donald Trump yang mengaku tidak dapat menjamin keselamatan tim Iran selama turnamen berlangsung.
- Situasi ini menambah dampak konflik Timur Tengah ke ranah olahraga global dan berpotensi mengganggu jalannya Piala Dunia.
TRIBUNNEWS.COM – Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan putaran pertama mereka di Piala Dunia dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Langkah ini diambil dengan alasan situasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas, sebagaimana disampaikan Kedutaan Besar Iran di Meksiko pada Senin (16/3/2026).
Partisipasi Iran dalam putaran final musim panas ini, yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi tidak pasti sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif besar terhadap Republik Islam Iran.
Baca juga: Pemkot Gorontalo Atur Ulang Rute Pawai Takbiran, Tidak Sampai Bundaran Saronde
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa timnya tidak akan berangkat ke Amerika Serikat jika keamanan tidak dapat dijamin.
“Ketika Presiden AS Donald Trump secara tegas menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, maka kami tentu tidak akan bepergian ke Amerika,” ujarnya dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Kedutaan Iran.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah berupaya agar seluruh pertandingan Iran dalam Piala Dunia dapat digelar di Meksiko.
Sesuai jadwal, Iran seharusnya menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, sebelum melawan Mesir di Seattle.
Sementara itu, markas tim selama turnamen direncanakan berada di Tucson, Arizona.
Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, turut mengkritik pemerintah Amerika Serikat yang dinilai tidak kooperatif dalam penerbitan visa serta dukungan logistik bagi delegasi Iran menjelang turnamen.
Ia juga mengaku telah mengusulkan kepada FIFA agar pertandingan Iran dipindahkan ke Meksiko.
Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan tersebut.
Sebelumnya, pernyataan Presiden Donald Trump memicu kontroversi setelah ia mengatakan bahwa tim Iran memang “dipersilakan” datang ke Amerika Serikat, namun sebaiknya tidak menghadiri turnamen demi keselamatan mereka sendiri.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan jaminan yang sebelumnya disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyebut Trump telah memastikan Iran akan diterima dengan baik.
Iran pun membalas pernyataan tersebut dengan tegas, menyatakan bahwa tidak ada pihak yang berhak menghalangi tim nasional mereka untuk tampil di Piala Dunia.
(*)