SEPAK BOLA

Barcelona Hancur Lebur, Dipermalukan Atlético Madrid 0–4 di Semifinal Copa del Rey

Barcelona mengalami salah satu malam tergelap pada era kepelatihan Hansi Flick setelah dipermalukan Atlético Madrid dengan skor telak 0–4

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
BARCELONA -- Reaksi pemain Barcelona saat kalah telak di semifinal Copa Del Rey. Ini menjadi raport buruk untuk klub asal Catalya ini. 

Ringkasan Berita:
  • Barcelona mengalami kekalahan telak 0–4 dari Atlético Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, menandai salah satu hasil terburuk di era Hansi Flick. 
  • Lini pertahanan yang rapuh dan minimnya kreativitas serangan membuat Blaugrana tak mampu membendung agresivitas tuan rumah. 
  • Kekalahan ini membuat peluang Barcelona mempertahankan gelar semakin berat sekaligus menimbulkan keraguan terhadap ambisi mereka bersaing di level Eropa.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Barcelona mengalami salah satu malam tergelap pada era kepelatihan Hansi Flick setelah dipermalukan Atlético Madrid dengan skor telak 0–4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey.

Sejak awal pertandingan, Barcelona tampil tanpa perlawanan berarti. Tim asal Catalan itu dibongkar secara sistematis oleh Atlético.

Gol bunuh diri Eric García serta tambahan gol dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez membuat Barcelona tertinggal empat gol sebelum turun minum.

Situasi tersebut menjadi kali pertama Barcelona kebobolan empat gol dalam satu babak sejak musim 1953–1954.

Memasuki babak kedua, Atlético Madrid memang menurunkan intensitas serangan.

Namun, nasib buruk Barcelona belum berhenti. Gol Pau Cubarsí dianulir karena offside yang sangat tipis.

Penderitaan Blaugrana semakin lengkap setelah Eric García diganjar kartu merah pada menit-menit akhir karena menggagalkan peluang emas Álex Baena.

Baca juga: Cerita Ismail Husin, Mahasiswa UNG Tekuni Dunia Jurnalistik

Sebagai juara bertahan Copa del Rey, Barcelona kini menghadapi tugas sangat berat pada leg kedua jika ingin mempertahankan gelar musim lalu.

Lebih dari sekadar kekalahan, pertandingan ini menyingkap kelemahan besar tim yang mungkin masih kompetitif di level domestik, tetapi rentan ketika menghadapi klub-klub elite Eropa.

Masalah Lama yang Tak Kunjung Tuntas

Pertahanan Barcelona kembali menjadi sorotan utama. Meski lini serang menunjukkan peningkatan sejak kedatangan Flick, performa lini belakang justru tampil inkonsisten sepanjang musim ini, terutama ketika menghadapi tim kuat.

Kerentanan Barcelona terlihat mencolok. Sistem pertahanan yang diterapkan Flick dinilai mengalami kegagalan tanpa adanya upaya perbaikan signifikan.

Selain faktor taktik, sejumlah pemain juga dinilai turut bertanggung jawab atas persoalan yang terus berulang.

Penjaga gawang Joan García sebenarnya tampil cukup solid sejak bergabung musim panas lalu.

Namun, ia kerap melakukan kesalahan fatal di momen krusial.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved