Sabtu, 14 Maret 2026

Kasus Judi Online

Sosok Adhi Kismanto, Anak Buah Budi Arie Lindungi Situs Judi Online, Minta Gaji Rp17 Juta

Sosok Adhi Kismanto, Mantan Anak Buah Budi Arie Lindungi Situs Judi Online, Minta Gaji Rp17 Juta Padahal Lulusan SMK

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Sosok Adhi Kismanto, Anak Buah Budi Arie Lindungi Situs Judi Online, Minta Gaji Rp17 Juta
Twitter via Tribunnews.com
KASUS JUDI ONLINE - Eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (kanan) menghadiri pernikahan Adhi Kismanto alias AK (dua dari kiri), pegawai yang tak lolos seleksi pendukung tenaga teknis Kemenkominfo tapi punya kewenangan atur pemblokiran situs judi online (judol). Adhi disebut sebagai orang titipan Budi Arie untuk mengawal situs judi online. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sosok Adhi Kismanto, mantan anak buah Budi Arie Setiadi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang melindungi situs judi online.

Adhi Kismanto, terdakwa pelindungan situs judi online ini disebut-sebut diterima di Kominfo atas rekomendasi  Budi Arie yang menjabat Menteri Kominfo saat itu.

Saat bekerja, Adhi Kismanto malah melindungi ribuan situs judi online bukan memblokirnya.

Adhi Kismanto, lulusan SMK tapi meminta digaji Rp 17 juta per bulan atau setara gaji leve manajer di Kominfo.

Fakta tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2025).

Saksi yaitu Ketua Tim Program dan Keuangan Direktorat Aptika Kominfo, Ulfa Wachidiyah Zuqri mengungkap bahwa Adhi tidak lolos seleksi karena hanya berijazah SMK, sehingga tak memenuhi syarat sebagai pegawai kontrak.

“Kemudian kami kualifikasi dan memang dari sisi administrasi saudara Adhi itu menjelaskan bahwa yang bersangkutan memiliki ijazah hanya SMK,” kata Ulfa di persidangan.

Meski tidak memenuhi syarat, Direktur Pengendalian Ditjen Aptika Teguh Arifiyadi disebut menyarankan agar Adhi Kismanto tetap dibayarkan gajinya karena merupakan rekomendasi dari sang Menteri.

Karena tidak dapat dibayar lewat anggaran resmi DIPA, Ulfa akhirnya menggunakan dana operasional senilai Rp 10 juta per bulan selama dua bulan.

“Sehingga saya usulkan otomatis menggunakan dana tersebut (dana operasional) sebesar Rp 10 juta per bulan jadi totalnya Rp 20 juta,” ujar Ulfa.

Namun sebelum disetujui, Adhi sempat meminta gaji Rp 17 juta per bulan, angka yang bahkan melampaui gaji manajer di Kominfo yang hanya Rp 16 juta.

“Tadinya saudara Adhi meminta dari waktu kualifikasi sebesar Rp 17 juta pak,” ungkap Ulfa di depan Jaksa.

Jaksa sempat memastikan, “Minta 17 juta? 17 juta per bulan?”

“Betul, dan itu sudah di level manajer, manajer kami aja hanya Rp 16 juta,” tegas Ulfa.

Peran Adhi Kismanto

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved