Harga BBM
Lagi Naik! Cek Daftar Harga BBM Hari Ini Minggu 29 Maret 2026, Gorontalo hingga Papua
Masyarakat di wilayah Indonesia Timur, mulai dari Gorontalo hingga tanah Papua, kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Update-harga-BBM-Pertamina-28-Maret-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex) per 29 Maret 2026
- Harga BBM Subsidi Tetap: Pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi. Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter
- Faktor Pemicu: Penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global, meliputi tren kenaikan harga minyak mentah dunia
TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat di wilayah Indonesia Timur, mulai dari Gorontalo hingga tanah Papua, kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam.
Hal ini menyusul kebijakan terbaru PT Pertamina (Persero) yang kembali melakukan penyesuaian harga untuk kategori Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh SPBU secara nasional.
Melansir dari Tribun Jateng, Minggu (29/3/2026), kenaikan yang cukup signifikan terlihat pada lini Pertamax dan Dex Series, yang menjadi andalan operasional kendaraan masyarakat di wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Bagi warga di timur Indonesia, perubahan harga ini menjadi perhatian utama mengingat mobilitas antarwilayah yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan dan harga energi.
Meskipun harga BBM nonsubsidi melonjak, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.
Pertalite masih dipatok pada harga Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa kenaikan ini merupakan langkah responsif terhadap dinamika pasar energi internasional.
Salah satu pendorong utamanya adalah tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.
Selain harga minyak mentah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belum stabil juga memberikan beban tambahan pada biaya impor bahan bakar.
Faktor ekonomi makro ini menjadi basis penentuan harga jual di tingkat eceran SPBU agar tetap menjaga kesinambungan distribusi energi nasional.
Kondisi geopolitik global yang masih memanas turut memberikan sentimen negatif terhadap rantai pasok energi dunia.
Ketegangan internasional seringkali memicu kekhawatiran akan kelangkaan stok, yang secara otomatis mendorong harga pasar global naik ke level yang lebih tinggi.
Untuk wilayah Indonesia Timur, distribusi BBM memiliki tantangan geografis tersendiri, sehingga penyesuaian harga ini dilakukan secara serentak untuk memastikan keadilan layanan di seluruh pelosok negeri.
Masyarakat diimbau untuk mengecek daftar harga terbaru di daerah masing-masing sebelum melakukan pengisian di SPBU.
Pertamax naik Rp 500, dari Rp 11.800 menjadi Rp 12.300 per liter