Banjir Gorontalo
Saluran Air Leato Utara Gorontalo Mendesak untuk Dikeruk! Potensi Air Banjir Terjang Rumah Warga
Masita Hamzah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENDANGKALAN-KALI-MATI-Kali-mati-Leato-Utara-mendesak-untuk-dikeruk-karena-penuh-sedimen-pasir.jpg)
Menurut laporan warga, banjir mulai terjadi sejak siang hari dan terus bertambah parah seiring intensitas hujan yang tidak kunjung reda.
Arus air yang deras membuat warga panik, terutama mereka yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran sungai.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Dukung Penuh PSN Pohuwato
Warga Tak Bisa Tidur saat Hujan
Mince Napu adalah warga Leato yang kerap jadi korban banjir setiap kali menerjang wilayah tersebut.
Pertengahan tahun 2024 saat sebagai besar wilayah Gorontalo diterjang, ia menjadi salah satu korbannya.
Rumahnya yang berada tepat di sebelah tanggul, kini makin tergerus air.
Tanggul setinggi hampir dua meter itu kini telah jebol, parahnya lagi, dinding dapur yang menjadi penghalang terkahir, juga turut serta terbawa arus.
Kendati saat kemarin tidak seperah seperti tahun 2024, namun Mince masih menyimpan trauma berat.
"Tidak bisa tidur nyenyak, bahkan kalau sudah mulai gelap langit, sudah pasti waspada," ungkapnya, Rabu (5/3/2025).
Saat banjir kemarin, Mince mengaku kewalahan membersih pasir material banjir.
Saat ini suaminya dalam kondisi sakit, sementara warga lainnya juga disibukkan dengan membersihkan rumahnya masing-masing.
"Kalau lalu banyak yang bantu, ini sekarang lagi puasa," keluhnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan upaya penanganan agar insiden seperti 2024 lalu tidak terjadi lagi.
(*)