Minggu, 22 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

FULL Wawancara Eksklusif Tribun Gorontalo Bersama Ibu dan Adik Korban Kecelakaan Maut di Minsel

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto FULL Wawancara Eksklusif Tribun Gorontalo Bersama Ibu dan Adik Korban Kecelakaan Maut di Minsel
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KECELAKAAN MAUT — Farida Walangadi (ibu Fanny Anelsia Mustaki) bersama Reza Mustaki (adik Fanny) saat diwawancarai wartawan pada Selasa (17/3/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Reza Mustaki dan ibunya mengetahui kabar kecelakaan dua kakak mereka saat berada di Manado pada pukul 08.30 Wita
  • Seminggu sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan video doa dan pesan permohonan maaf kepada sang ibu
  • Berdasarkan kesaksian penumpang selamat, kecelakaan diduga terjadi akibat aksi kejar-kejaran antar-sopir di jalan

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Dua kakak beradik meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut.

Mereka adalah Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki.

Sang adik bungsu, Reza Mustaki (32), bersama ibunya, Farida Walangadi (61), bercerita awal mula mengetahui kabar duka hingga kenangan terakhir bersama Fanny dan Yessi.

Berikut full wawancara ekslusif Tribun Gorontalo bersama ibu dan adik korban kecelakaan maut di Minsel.

Wawancara Reza Mustaki (Adik Korban)

KOLASE -- Mobil rusak dan Reza Mustaki, adik kedua korban meninggal dalama kecelakaan mobil tersebut pada Sabtu 14 Maret 2026.
KECELAKAAN MAUT — Mobil rusak dan Reza Mustaki, adik kedua korban meninggal dalama kecelakaan maut di Minsel. (TribunGorontalo.com/Ist)

Reza Mustaki: 

"Iya, pada saat hari kejadian insiden itu, saya dengan mama ada di Manado. Jadi posisi kakak berdua ini pergi ke Manado untuk sama-sama hari raya di sana.

Karena kondisi kaki saya yang luka, jadi mereka berinisiatif ke Manado untuk bersama mama yang kebetulan ada sama-sama dengan saya di Manado.

Sebenarnya rasa khawatir itu sudah ada. Waktu mereka berangkat dari Gorontalo, biasanya mereka itu sudah kasih kabar. Tapi saat itu tidak ada firasat apa-apa.

Bangun sahur sekitar jam 7, biasanya jam 6 mereka sudah sampai. Tapi sampai jam 7 belum ada kabar.

Saya coba cek Facebook, tapi tidak ada berita kecelakaan yang muncul.

Karena tidak ada, saya coba tidur ulang. Sekitar jam setengah 9, ada teman yang memberi kabar kalau dengar informasi kecelakaan. Dari situ saya konfirmasi ke tetangga.

Dari cara mereka menyampaikan sambil menangis, saya sudah tahu keadaannya. Tapi saya bilang, saya mau cek dulu. Jadi sekitar setengah 9 baru saya benar-benar tahu."

Mendengar kabar tersebut, Reza berusaha menenangkan diri demi sang ibu, meski hatinya hancur.

Bagaimana Anda menghadapi kabar duka tersebut?

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved