Kecelakaan Maut Minsel
FULL Wawancara Eksklusif Tribun Gorontalo Bersama Ibu dan Adik Korban Kecelakaan Maut di Minsel
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Farida-Walangadi-ibu-Fanny-Anelsia-Mustaki-bersama-Reza-Mustaki.jpg)
"Seminggu sebelumnya, hari Jumat, kakak kedua kirim video doa kepada orang tua. Kakak pertama kasih caption mohon maaf ibu.
Biasanya minta maaf itu hanya di momen Lebaran, tapi ini terjadi sebelumnya."
Terkait kronologi kecelakaan, Reza menyebut berdasarkan kesaksian penumpang selamat, insiden diduga dipicu aksi kejar-kejaran di jalan.
Apa yang Anda ketahui terkait kronologi kecelakaan?
Reza Mustaki:
"Kalau dari persaksian salah satu penumpang yang selamat, terjadi kejar-kejaran antara sopir.
Penumpang sempat menyarankan pelan-pelan karena ada yang tidur.
Tapi ada kendaraan lain yang tidak memberi jalan saat mau mendahului.
Sampai akhirnya sopir banting setir dan menabrak pohon, sehingga terjadi kecelakaan."
Keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pengemudi agar lebih mengutamakan keselamatan penumpang.
Apa harapan Anda ke depan?
Reza Mustaki:
"Mudah-mudahan ini jadi efek jera bagi sopir-sopir agar tidak membawa emosi di jalan.
Karena kalau ajal memang sudah datang, di mana pun bisa terjadi.
Tapi jangan sampai karena emosi dan gengsi di jalan, mengorbankan nyawa penumpang."
Sementara itu, sang ibu, Farida Walangadi, hanya bisa mengenang kebaikan anak-anaknya semasa hidup.
Baca juga: Breaking News: Pria Lansia di Desa Suka Makmur Gorontalo Ditemukan Meninggal usai Warungnya Terbakar
Wawancara Farida Walangadi (Ibu Korban)
Apa hal paling berkesan dari kedua anak Anda?
Farida Walangadi: