Banjir Gorontalo
Saluran Air Leato Utara Gorontalo Mendesak untuk Dikeruk! Potensi Air Banjir Terjang Rumah Warga
Masita Hamzah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENDANGKALAN-KALI-MATI-Kali-mati-Leato-Utara-mendesak-untuk-dikeruk-karena-penuh-sedimen-pasir.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, kembali menghadapi ancaman banjir akibat kondisi Kali Mati atau saluran air yang dipenuhi sedimen pasir.
Saat hujan deras turun, aliran air dari pegunungan membawa material pasir yang mengendap dan menyebabkan pendangkalan.
Akibatnya, kali yang seharusnya menampung aliran air justru menjadi datar dengan permukiman warga.
Jika hujan deras terjadi, air berisiko meluap ke rumah-rumah di sekitarnya.
Masita Hamzah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Kasus Dugaan Korupsi Eks Bupati Bone Bolango, Banjir di Kecamatan Suwawa
"Kali Mati ini sudah penuh dengan pasir. Kalau hujan besar, air tidak bisa mengalir lancar dan akhirnya masuk ke rumah-rumah warga," ujarnya, Rabu (13/3/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kali yang hampir rata dengan pekarangan warga.
Beberapa bagian bahkan hanya menyisakan celah kecil bagi air untuk mengalir.
Pihak Kelurahan Leato Utara mengaku telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Kota Gorontalo.
Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Leato Utara, Fitri Doka, menyebut bahwa pihaknya sudah mengajukan surat permohonan pengerukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo.
"Kami sudah dua kali menyurat, pertama pada Juli 2024 dan yang terbaru beberapa hari lalu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari Dinas PUPR," ungkap Fitri.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Perjuangkan PSN Pohuwato demi Gorontalo Maju
Warga berharap pemerintah segera turun tangan dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di Kali Mati.
Jika tidak segera ditangani, mereka khawatir banjir besar bisa terjadi sewaktu-waktu dan merusak rumah serta fasilitas umum di sekitar kawasan tersebut.
Sebelumnya pada 8 Maret 2025 kemarin, banjir bandang kembali menerjang Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam menyebabkan debit air meningkat pesat, menggenangi permukiman warga.
Menurut laporan warga, banjir mulai terjadi sejak siang hari dan terus bertambah parah seiring intensitas hujan yang tidak kunjung reda.
Arus air yang deras membuat warga panik, terutama mereka yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran sungai.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Dukung Penuh PSN Pohuwato
Warga Tak Bisa Tidur saat Hujan
Mince Napu adalah warga Leato yang kerap jadi korban banjir setiap kali menerjang wilayah tersebut.
Pertengahan tahun 2024 saat sebagai besar wilayah Gorontalo diterjang, ia menjadi salah satu korbannya.
Rumahnya yang berada tepat di sebelah tanggul, kini makin tergerus air.
Tanggul setinggi hampir dua meter itu kini telah jebol, parahnya lagi, dinding dapur yang menjadi penghalang terkahir, juga turut serta terbawa arus.
Kendati saat kemarin tidak seperah seperti tahun 2024, namun Mince masih menyimpan trauma berat.
"Tidak bisa tidur nyenyak, bahkan kalau sudah mulai gelap langit, sudah pasti waspada," ungkapnya, Rabu (5/3/2025).
Saat banjir kemarin, Mince mengaku kewalahan membersih pasir material banjir.
Saat ini suaminya dalam kondisi sakit, sementara warga lainnya juga disibukkan dengan membersihkan rumahnya masing-masing.
"Kalau lalu banyak yang bantu, ini sekarang lagi puasa," keluhnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan upaya penanganan agar insiden seperti 2024 lalu tidak terjadi lagi.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.