Banjir Gorontalo

Saluran Air Leato Utara Gorontalo Mendesak untuk Dikeruk! Potensi Air Banjir Terjang Rumah Warga

Masita Hamzah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
PENDANGKALAN KALI MATI -- Kali mati Leato Utara mendesak untuk dikeruk karena penuh sedimen pasir dibawa banjir sebelumnya, Rabu (12/3/2025). Pasir nyaris menutupi saluran yang berpotensi menyebabkan air mengalir ke rumah warga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloWarga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, kembali menghadapi ancaman banjir akibat kondisi Kali Mati atau saluran air yang dipenuhi sedimen pasir. 

Saat hujan deras turun, aliran air dari pegunungan membawa material pasir yang mengendap dan menyebabkan pendangkalan.

Akibatnya, kali yang seharusnya menampung aliran air justru menjadi datar dengan permukiman warga.

Jika hujan deras terjadi, air berisiko meluap ke rumah-rumah di sekitarnya.

Masita Hamzah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Kasus Dugaan Korupsi Eks Bupati Bone Bolango, Banjir di Kecamatan Suwawa

"Kali Mati ini sudah penuh dengan pasir. Kalau hujan besar, air tidak bisa mengalir lancar dan akhirnya masuk ke rumah-rumah warga," ujarnya, Rabu (13/3/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kali yang hampir rata dengan pekarangan warga.

Beberapa bagian bahkan hanya menyisakan celah kecil bagi air untuk mengalir.

Pihak Kelurahan Leato Utara mengaku telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Kota Gorontalo.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Leato Utara, Fitri Doka, menyebut bahwa pihaknya sudah mengajukan surat permohonan pengerukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo.

"Kami sudah dua kali menyurat, pertama pada Juli 2024 dan yang terbaru beberapa hari lalu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari Dinas PUPR," ungkap Fitri.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Perjuangkan PSN Pohuwato demi Gorontalo Maju

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di Kali Mati.

Jika tidak segera ditangani, mereka khawatir banjir besar bisa terjadi sewaktu-waktu dan merusak rumah serta fasilitas umum di sekitar kawasan tersebut.

Sebelumnya pada 8 Maret 2025 kemarin, banjir bandang kembali menerjang Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam menyebabkan debit air meningkat pesat, menggenangi permukiman warga.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved