Kamis, 19 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Umumkan Kesepakatan Rp 33,38 Triliun untuk Pertahanan Ukraina

Para pemimpin dunia dalam pertemuan ini menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat harus menghukum agresi Rusia dan menjamin kebebasan serta demo

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Umumkan Kesepakatan Rp 33,38 Triliun untuk Pertahanan Ukraina
Reuters
PM INGRIS - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadiri konferensi pers saat ia menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Eropa di Lancaster House di London pada hari Minggu. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Minggu (3/3/2025) mengumumkan kesepakatan baru senilai Rp 33,38 triliun (setara dengan £1,6 miliar atau sekitar $2 miliar).

Jumlah bantuan ini memungkinkan Ukraina membeli 5.000 rudal pertahanan udara melalui pendanaan ekspor.

Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa perusahaan Thales akan memproduksi rudal multiguna ringan tersebut untuk Ukraina.

Rudal ini memiliki jangkauan lebih dari 6 kilometer dan dapat diluncurkan dari berbagai platform, baik di darat, laut, maupun udara.

Melindungi Infrastruktur dan Perdamaian

“Ini akan menjadi langkah vital untuk melindungi infrastruktur kritis Ukraina saat ini dan memperkuat mereka dalam mengamankan perdamaian di masa depan,” ujar Starmer dalam pertemuan puncak di London.

Pengumuman ini datang setelah Rusia melancarkan serangan drone terbesar sejak perang dimulai tiga tahun lalu, dengan lebih dari 200 drone menyerang wilayah Ukraina dalam semalam.

Dalam pertemuan di London, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menegaskan bahwa lebih banyak negara Eropa akan meningkatkan anggaran pertahanan mereka.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen terhadap NATO, meskipun sering dikritik oleh mantan Presiden Donald Trump.

Kanselir Jerman Olaf Scholz menambahkan bahwa para pemimpin Eropa kembali menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Ukraina.

“Ukraina adalah negara yang diserang, korban dari agresi besar. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan,” tegas Scholz.

Ia juga menekankan bahwa dukungan terhadap Ukraina harus mencakup aspek keuangan dan militer.

“Dukungan internasional dan transatlantik untuk Ukraina tetap menjadi hal yang krusial demi keamanan negara tersebut dan Eropa.”

Menolak Tekanan Rusia

Scholz menegaskan bahwa tuntutan Rusia yang ingin mendikte pemerintahan Ukraina dan melakukan demiliterisasi tidak dapat diterima.

“Sebaliknya, Ukraina harus cukup kuat untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah diserang lagi.”

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menambahkan bahwa tidak ada satu pun negara di Barat yang berniat menyerah kepada tekanan dan agresi Presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Cara terbaik untuk membuat Putin dan agresor lainnya mundur adalah dengan membangun kekuatan kita sendiri.”

Eropa Bersiap ‘Persenjatai Diri’

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan bahwa minggu depan ia akan memperkenalkan rencana untuk memperkuat pertahanan Eropa.

“Setelah sekian lama kekurangan investasi, sekarang saatnya meningkatkan belanja pertahanan untuk jangka panjang,” ujarnya.

Rencana tersebut mencakup pengembangan sistem pertahanan udara canggih serta peningkatan persediaan senjata di Eropa.

Von der Leyen juga menegaskan bahwa keamanan Ukraina harus diperkuat agar negara tersebut tidak bisa lagi menjadi sasaran invasi.

Di luar kediaman Perdana Menteri Inggris, ribuan orang berkumpul dalam aksi solidaritas mendukung Ukraina.

Seorang wanita yang mengenakan bendera Ukraina menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tak tergoyahkan dari Inggris dan negara-negara lain.

Demonstrasi ini berlangsung saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Eropa di London untuk membahas strategi mengakhiri perang.

Sehari sebelumnya, ia tiba di Downing Street dan disambut sorak sorai meriah dari para pendukungnya.

Para pemimpin dunia dalam pertemuan ini menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat harus menghukum agresi Rusia dan menjamin kebebasan serta demokrasi Ukraina.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved