Berita Nasional
Daftar 20 Anggota Polisi Disidang Kode Etik Gara-gara Kasus Pemerasan di Konser DWP
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago, menyampaikan bahwa langkah tegas ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menangani p
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebanyak 20 anggota polisi telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait kasus pemerasan yang dilakukan terhadap penonton konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Sanksi yang dijatuhkan bervariasi, mulai dari pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) hingga demosi.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago, menyampaikan bahwa langkah tegas ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menangani pelanggaran oleh anggotanya. Sidang etik berlangsung secara simultan dalam beberapa hari terakhir.
“Polri melalui Divpropam telah menindak tegas para terduga pelanggar dengan menggelar sidang etik secara transparan dan berkesinambungan,” ujar Erdi dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).
Untuk memastikan transparansi, sidang KKEP diawasi langsung oleh pihak eksternal, termasuk Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). “Segala prosesnya dipantau langsung oleh rekan-rekan dari Kompolnas,” tambah Erdi.
1. Mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dipecat tidak hormat. Dia bersalah karena membiarkan bawahannya melakukan pemerasan kepada korban.
2. Mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward Yusticia, dipecat karena mengamankan dan memeras penonton DWP.
3. Mantan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yudhy Triananta Syaeful, dipecat karena mengamankan dan memeras penonton DWP.
4. Mantan Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Dzul Fadlan, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
5. Mantan Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Syaharuddin, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
6. Mantan Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Sehatma Manik, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
7. Mantan Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
8. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
9. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Wahyu Tri Haryanto, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
10. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Dwi Wicaksono, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
11. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Ready Pratama, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
12. Mantan Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Briptu Dodi, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
13. Mantan Ps Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Jamalinus Laba Pandapotan Nababan, didemosi 5 tahun karena memeras korban.
14. Mantan Kanit Reskrim Polsek Kemayoran AKP Fauzan, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
15. Eks Panit 1 Unit Binmas Polsek Kemayoran, Ipda Win Stone, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
16. Eks Kanit 2 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus, AKP Rio Hangwidya Kartika, didemosi 8 tahun karena memeras korban.
17. Eks Ps Kasi Humas Polsek Kemayoran, Bripka Ricky Sihite, didemosi 5 tahun demosi karena memeras korban.
18. Eks Kanit 3 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus Iptu Agung Setiawan, didemosi 6 tahun karena memeras korban.
19. Eks Bintara Satresnarkoba Polres Metro Jakpus Brigadir Hendy Kurniawan, didemosi 8 tahun karena memeras korban 2 WN Malaysia.
20. Eks Kanit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus Iptu Jemi Ardianto, didemosi 8 tahun karena memeras korban 2 WN Malaysia. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)
Kasus ini berawal dari dugaan pemerasan terhadap penonton DWP yang ditangkap dengan dalih pelanggaran narkoba. Para pelaku diduga meminta sejumlah uang sebagai imbalan untuk membebaskan korban.
Polri memastikan akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran serupa di masa depan. “Langkah ini adalah bagian dari reformasi internal dan komitmen menjaga integritas institusi,” tegas Erdi.
Penindakan Tegas
Polri menegaskan akan menindak tegas setiap anggota yang terbukti melanggar aturan. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh aparat agar tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dan integritas.
Kasus pemerasan di konser DWP 2024 ini menjadi salah satu perhatian besar masyarakat, terutama terkait kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(*)
Kredit Fiktif Rp13 Miliar Diduga Picu Penculikan Ilham Pradipta, Polisi Bongkar Rantai Perintah |
![]() |
---|
Kelulusan Berujung Duka: Guru dan Pengelola Kolam Renang Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Yorrys Raweyai Minta Aspirasi Rakyat Papua Tak Dibalas Peluru |
![]() |
---|
Jakarta Siaga! Ribuan Buruh Demo Serentak, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas |
![]() |
---|
Kasus Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta, Pesan Terakhir Jadi Kunci Ungkap Penculikan dan Pembunuhan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.