Ramadan 2026

Warga di Daerah Ini Rupanya Sudah Mulai Puasa Hari Ini Selasa 17 Februari 2026

Fenomena perbedaan awal Ramadan kembali terjadi di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
RAMADAN -- Suasana lengang di salah satu ruas jalan raya di Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, yang sebagian warganya menunaikan ibadah puasa Ramadan hari ini. (KOMPAS.COM/ Nur Khalis) 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan warga Desa Ketawang Karay, Sumenep, memulai puasa Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026 berdasarkan ketentuan Pondok Pesantren Al Karawi. 
  • Penetapan dilakukan menggunakan metode hisab tradisional yang dipadukan dengan teknologi kalender hijriah internal.
  • Perbedaan awal Ramadan dengan pemerintah disebut telah menjadi tradisi dan berlangsung tanpa konflik di masyarakat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Fenomena perbedaan awal Ramadan kembali terjadi di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pada Selasa (17/2/2026), masyarakat setempat sudah menjalankan ibadah puasa meski pemerintah pusat belum menetapkan awal Ramadan secara resmi.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan ketentuan yang ditetapkan Pondok Pesantren Al Karawi.

Lembaga pendidikan Islam yang telah lama berdiri itu menjadi rujukan utama warga dalam menentukan waktu masuknya bulan suci.

Baca juga: Seluruh Masjid Muhammadiyah di Gorontalo Bakal Gelar Salat Tarawih Malam Ini 17 Februari 2025

Hefdi, salah seorang warga, menyampaikan bahwa pelaksanaan puasa lebih awal merupakan kebiasaan yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Ia mengatakan masyarakat sudah terbiasa mengikuti keputusan pesantren, termasuk dalam menentukan awal dan akhir Ramadan.

Menurutnya, perbedaan waktu memulai puasa bukan hal yang mengejutkan bagi warga.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri.

Penetapan awal Ramadan oleh pesantren dilakukan menggunakan metode perhitungan hisab yang bersumber dari kitab-kitab falak tradisional.

Meski sama-sama berbasis hisab, metode yang digunakan memiliki perbedaan dengan sistem yang dipakai sejumlah organisasi keagamaan nasional.

Selain mempertahankan metode tradisional, pesantren tersebut juga memanfaatkan teknologi pendukung berupa aplikasi kalender hijriah internal bernama Durusul Falakiyah.

Penggunaan aplikasi tersebut dilengkapi dengan sistem jam istiwak yang disesuaikan dengan koordinat wilayah setempat.

Hefdi menambahkan, sistem perhitungan tersebut memungkinkan penentuan awal Ramadan diketahui jauh hari sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ketawang Karay, Hairuddin, menyebut jumlah warga yang mengikuti penetapan pesantren mencapai lebih dari 2.000 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:21
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:17

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved