Ramadan 2026
Suka Minum Manis Saat Berbuka? Ini Batas Aman Konsumsi Gula Menurut Ahli Gizi
Minuman manis saat berbuka memang segarkan tubuh, tapi konsumsi berlebih bisa picu obesitas hingga penyakit jantung. Ini batas amannya.
Ringkasan Berita:
- Batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau 4 sendok makan.
- Gula berlebih picu obesitas, karies gigi, dan risiko penyakit jantung.
- Alternatif lebih sehat: air kelapa, jus tanpa gula, dan kurma secukupnya.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Berbuka puasa dengan minuman manis kerap menjadi kebiasaan banyak orang karena dipercaya mampu segera memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Rasa manis memang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah yang menurun selama puasa.
Namun, konsumsi gula berlebihan tanpa kendali justru berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Baca juga: Buka Puasa Langsung Minum Kopi Sebelum Berkendara, Bikin Fokus atau Justru Ganggu Lambung?
Berdasarkan pengalamannya sebagai profesor Ilmu Gizi Pangan IPB University, Prof Budi Setiawan menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memilih makanan dan minuman manis saat berbuka dengan tujuan mengembalikan kadar gula darah.
Selain itu, asupan gula dan karbohidrat juga dapat memicu peningkatan hormon serotonin yang memberikan efek rasa senang atau bahagia.
Baca juga: Ingin Sehat Saat Puasa? Simak Bedanya Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan
Meski demikian, Prof Budi kembali mengingatkan bahwa gula termasuk bahan pangan yang harus dibatasi konsumsinya karena berada di puncak piramida gizi seimbang.
Dalam aturan tentang konsumsi gula, garam dan lemak (GGL), batas harian gula adalah 50 gram atau setara 4 sendok makan.
Baca juga: Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta
Dampak Minuman Manis bagi Kesehatan
Dilansir dari laman IPB, Kamis (20/2/2026), Prof Budi menyampaikan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan saat berbuka maupun sahur dapat mengganggu prinsip gizi seimbang.
Asupan gula yang tinggi cenderung membuat perut cepat terasa kenyang, sehingga porsi untuk makanan bergizi seperti sayur, buah, dan sumber protein menjadi berkurang.
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga meningkatkan risiko karies atau kerusakan gigi.
Jika berlangsung terus-menerus, kelebihan asupan energi dari gula dapat memicu kenaikan berat badan.
Kondisi ini tentu berisiko, terutama bagi penderita Diabetes Melitus, yang perlu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Kelebihan gula juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Salat 5 Waktu di Gorontalo Besok Jumat 20 Februari 2026
Alternatif Minuman Manis yang Lebih Sehat
Agar tetap bisa menikmati rasa manis tanpa melampaui batas, Prof Budi menyarankan memilih alternatif yang lebih sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-minuman-manis-untuk-berbuka-puasa.jpg)