Selasa, 5 Mei 2026

Ramadan 2025

Muhammadiyah Pastikan Ramadan 2026 Dimulai 18 Februari, Ini Dasar Penentuannya

 Perdebatan mengenai penyatuan kalender Islam kembali mencuat menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Muhammadiyah Pastikan Ramadan 2026 Dimulai 18 Februari, Ini Dasar Penentuannya
istock
RAMADAN - Penentuan Puasa 2026: Mengapa Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Berbeda Tanggal 

Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026 dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal. 
  • Penentuan ini didasarkan pada parameter astronomi global yang dinilai telah memenuhi syarat visibilitas hilal. 
  • Perbedaan potensi tanggal awal Ramadan dengan pemerintah disebut sebagai perbedaan metode teknis, bukan perbedaan prinsip ibadah.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Perdebatan mengenai penyatuan kalender Islam kembali mencuat menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Di tengah berbagai tanggapan yang berkembang, Muhammadiyah tetap konsisten menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai rujukan resmi penentuan awal bulan suci.

Pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, menjelaskan bahwa keputusan menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan didasarkan pada rangkaian pertimbangan ilmiah, teologis, serta metodologi penanggalan global yang telah dirumuskan organisasi tersebut.

KHGT Resmi Jadi Pedoman Baru Muhammadiyah

Penetapan awal Ramadan telah dituangkan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Melalui kebijakan ini, Muhammadiyah secara resmi meninggalkan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Baca juga: Mahasiswa UNG Galang Dana untuk Korban Kebakaran Rumah di Siendeng Gorontalo

KHGT diterapkan sebagai sistem kalender Islam yang menggabungkan tiga unsur utama, yakni prinsip, syarat, dan parameter astronomi.

Sistem ini dirancang untuk menghasilkan kepastian penanggalan berbasis perhitungan ilmiah yang berlaku secara global.

Parameter Astronomi Berlaku Secara Global

Dalam KHGT, penentuan awal bulan hijriah mensyaratkan hilal telah muncul setelah konjungsi dengan ketinggian minimal lima derajat dan elongasi delapan derajat.

Berbeda dengan pendekatan lokal, parameter ini tidak bergantung pada satu wilayah tertentu.

Pada penentuan Ramadan 1447 Hijriah, data astronomi menunjukkan bahwa syarat tersebut telah terpenuhi di wilayah Alaska.

Pengamatan memperlihatkan posisi hilal berada pada ketinggian lebih dari lima derajat dengan elongasi mencapai delapan derajat, sehingga secara astronomi dinilai telah memenuhi kriteria visibilitas.

Ijtimak Jadi Titik Awal Perhitungan Bulan Baru

Secara astronomis, konjungsi atau ijtimak awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB.

Peristiwa ini menjadi penanda berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menandai awal fase bulan baru dalam kalender Hijriah.

Setelah matahari terbenam pada hari yang sama, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai secara global.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved