Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa UNG Galang Dana untuk Korban Kebakaran Rumah di Siendeng Gorontalo
Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-UNG-di-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sekitar 20 mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UNG (HIMAKOM) menggelar penggalangan dana di simpang empat Gelael, Kota Gorontalo, untuk membantu korban kebakaran di Kelurahan Siendeng
- Aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebakaran yang menghanguskan satu rumah warga hingga mengakibatkan kerugian materiil serta menelan satu korban jiwa
- Penggalangan dana berlangsung selama dua hari (Senin-Selasa), dan hasilnya akan diserahkan langsung kepada keluarga korban pada Rabu (18/2/2026)
TRIBUNGORONTALO.COM – Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Senin (16/2/2026).
Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di simpang empat Gelael, Jalan HB Jassin (eks Jalan Agus Salim).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 Wita tersebut melibatkan sekitar 20 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi.
Aksi ini merupakan respons cepat mahasiswa atas musibah kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah di Kelurahan Siendeng.
Peristiwa tragis tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, tetapi juga menelan satu korban jiwa.
Ketua Panitia, Reflin Mohamad, menjelaskan bahwa penggalangan dana ini adalah inisiatif mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi melalui program kerja Himakom.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap musibah kemanusiaan yang terjadi di lingkungan sekitar,” ujar Reflin.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana simpang empat Gelael yang sibuk. Di tengah padatnya arus kendaraan dan cuaca mendung, para mahasiswa menyebar di setiap sisi persimpangan. Meski sesekali diterjang angin kencang, mereka tetap bertahan di posisi masing-masing.
Saat lampu lalu lintas berwarna merah, beberapa mahasiswa mendekati kendaraan sambil membawa kotak donasi dan pengeras suara sederhana.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Siendeng Gorontalo, Yeti Mahmud Sempat Tidur Bersama Cucu sebelum Meninggal
Ajakan yang disampaikan pun terdengar singkat namun persuasif, memicu empati para pengguna jalan.
Bagi mahasiswa, aksi turun ke jalan ini bukan sekadar mengumpulkan materi. Aktivitas ini menjadi ruang belajar sosial secara langsung: cara berkomunikasi di depan publik, menghadapi respons masyarakat yang beragam, hingga memahami kondisi sosial secara nyata.
Peristiwa kebakaran di Siendeng sendiri menghanguskan satu unit rumah yang dihuni enam orang.
Api yang membesar dengan cepat membuat penghuni hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa barang berharga sedikit pun.
Rencananya, penggalangan dana akan berlangsung selama dua hari di lokasi yang sama. Untuk hari pertama, aksi dilakukan hingga ba'da Isya.