Human Interest Story
Pengrajin Bantal Guling Tradisional Gorontalo Bertahan dari Gempuran Produk Import
Naik dan turun jarum ia gerakan. Ritmenya cepat, namun teratur. Matanya fokus pada setiap jahitan, memastikan setiap garisnya lurus dan rapi.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Teras rumah adalah ruang kerja, duduk di depan mesin jahit, Halim Umar, sembari menuntun potongan kain ke bawah jarum.
Naik dan turun jarum ia gerakan. Ritmenya cepat, namun teratur. Matanya fokus pada setiap jahitan, memastikan setiap garisnya lurus dan rapi.
Meski lalu lalang kendaraan, ia tetap telaten menyelesaikan pekerjaannya. Sesekali, ia berhenti untuk menarik napas, mengamati hasilnya, lalu melanjutkan dengan gerakan yang sama hati-hatinya.
Seperti itulah aktivitas Halim Umar setiap hari, pria 58 tahun pengrajin bantal tradisional yang ditemui TribunGorontalo.com, Minggu sore kemairn (22/12/2024).
Halim adalah pria yang setia melanjutkan usaha keluarganya. Usaha ini dirintis sejak tahun 1950.
Bahkan bisa jadi ia adalah salah satu dari sedikit pengrajin bantal guling tradisional yang masih bertahan di tengah persaingan dengan produk modern.
Bantal-bantal guling buatan Halim memiliki ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Proses pembuatannya tetap mengandalkan cara tradisional. Bahan-bahan seperti kain, kapok, dan busa diolah sendiri tanpa menggunakan mesin canggih.
Halim mempekerjakan 15 karyawan, yang masing-masing diberi tugas spesifik. Sistem gaji yang diterapkan pun bukan berbasis harian, melainkan dihitung per bantal dengan tarif Rp 1.500 per unit.
"Setiap dua minggu, kami memproduksi sekitar 200 bantal untuk memenuhi pesanan konsumen," ujar Halim saat ditemui Minggu (22/12/2024).
Halim mengaku beberapa pembeli datang dari luar daerah, seperti Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Menurut Halim, sebagian besar pelanggannya adalah orang tua yang lebih menyukai bantal berbahan kapok.
Mereka menganggap bantal kapok lebih nyaman dan sejuk dibandingkan bantal berbahan busa.
Meski banyak toko di Kota Gorontalo menawarkan berbagai jenis bantal modern, permintaan untuk bantal guling tradisional tetap stabil.
Harga bantal guling buatan Halim dibanderol Rp 50.000 per buah.
| Cerita Andi Samsudin Geluti Usaha Pisang di Gorontalo, Punya Pelanggan Luar Daerah |
|
|---|
| Sosok Opa Asi, Penjual Pepaya di Rumah Adat Dulohupa Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Letkol Anjas Bangun Yonif 824/MO’E’A Gorontalo, Berawal dari YouTube |
|
|---|
| Kisah Rudy Potabuga, Perantau Tekuni Bordir Manual di Gorontalo |
|
|---|
| Curhat Pedagang Pasar Rakyat Jajan 'PRJ' Kota Gorontalo yang Kini tak Dilirik Pembeli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Halim-Umar-pria-58-tahun-yang-jadi-pengrajin-bantal-tradisional-di-Gorontalo-Minggu-22122024.jpg)