Human Interest Story
Kisah Letkol Anjas Bangun Yonif 824/MO’E’A Gorontalo, Berawal dari YouTube
Letkol Inf Anjas Suryana Putra bersama prajuritnya membangun satuan baru Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 824/MO’E’A Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Letkol-In-Anjas-Suryana-Putra-Danyonif-Teritorial-Pembangunan-TP-824MOEA.jpg)
Ringkasan Berita:
- Letkol Inf Anjas Suryana Putra memimpin Yonif TP 824/MO’E’A Gorontalo, mengubah markas menjadi pusat produksi pangan dengan lahan 38 hektare
- Selain pertanian, prajurit mengelola peternakan ayam, sapi, domba, rusa, kalkun, ikan, hingga rencana budidaya laut dengan keramba jaring apung
- Sekitar 70 persen pengetahuan produksi diperoleh dari YouTube, sisanya dari bimbingan teknis
TRIBUNGORONTALO.COM – Dari layar ponsel dan video daring, Letkol Inf Anjas Suryana Putra bersama prajuritnya membangun satuan baru Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 824/MO’E’A Gorontalo.
Berbekal tutorial YouTube, mereka belajar bertani, beternak, hingga mengolah pakan ternak, menjadikan markas satuan ini pusat produksi pangan dari nol.
Perwira lulusan Akademi Militer 2009 ini sebelumnya berdinas di satuan tempur Kostrad.
Setelah 15 tahun terbiasa dengan protokoler upacara besar, penunjukan mendadak sebagai Danyonif TP 824/MO’E’A membawanya ke tanggung jawab baru: membangun satuan teritorial yang fokus pada ketahanan pangan.
Pria kelahiran Semarang, 23 Juli 1988 ini memang sudah lama akrab dengan dunia pertanian dan peternakan.
“Bangun pagi lihat tanaman sambil kasih makan ternak itu senang sekali,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (22/1/2026).
Hobi itu kini menjadi fondasi aktivitas produksi di Markas Yonif TP 824/MO’E’A, Desa Tabongo Barat, Kabupaten Gorontalo.
Produksi dari Nol
- Lahan 38 hektare: 18 hektare ditanami jagung, dengan panen bertahap.
- Pengembangan di Gorontalo Utara: 15 hektare jagung dan 10 hektare padi.
- Komoditas lain: sayur-sayuran, melon, dan semangka sudah beberapa kali dipanen.
Selain pertanian, prajurit juga mengelola peternakan ayam, domba, rusa, bebek, sapi, kalkun, ayam mutiara, hingga ikan. Bahkan kini mereka merencanakan budidaya laut dengan keramba jaring apung untuk ikan kerapu dan bubara.
Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo Hari Ini 22 Januari 2026, Ada Mandiri Multifinance
Belajar Mandiri Lewat YouTube
Yang membuat kisah ini unik adalah cara mereka belajar.
“Kami awalnya belajar liat dari YouTube,” ungkap Anjas.
Mulai dari pembuatan pakan silase fermentasi untuk kambing dan sapi ,mengolah eceng gondok menjadi pakan unggas. Semuanya berangkat dari rksperimen mandiri dengan campuran bahan lokal.
Menurut Anjas, sekitar 70 persen pengetahuan produksi diperoleh dari YouTube, sisanya dari bimbingan teknis dan perwira berlatar belakang pertanian serta perikanan.
Seluruh aktivitas dilakukan prajurit sendiri. Dari 1.190 personel yang seharusnya ada, saat ini 561 orang aktif mengelola produksi.
Hasil panen sebagian dijual langsung kepada masyarakat yang datang ke markas, sebagian lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur satuan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)