Jumat, 5 Juni 2026

GEMPA BUMI GORONTALO

Gempa M 5,6 Guncang Gorontalo, Getarannya Dirasakan hingga Luwuk dan Maluku Utara

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gorontalo pada Jumat (5/6/2026) pagi. Guncangan gempa tidak hanya

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa M 5,6 Guncang Gorontalo, Getarannya Dirasakan hingga Luwuk dan Maluku Utara
TribunGorontalo.com/BMKG
BMKG -- Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gorontalo pada Jumat pagi, dengan pusat gempa berada sekitar 70 kilometer timur laut Pulau Puah dan kedalaman 91 kilometer. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gorontalo pada Jumat pagi
  • Berdasarkan data BMKG, getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah
  • Meski tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan karena terjadi pada kedalaman menengah

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gorontalo pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan warga di Gorontalo, tetapi juga hingga Luwuk, Sulawesi Tengah, dan wilayah Taliabu, Maluku Utara.

Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.28.33 WIB atau 07.28.33 Wita.

Pusat gempa berada di koordinat 0,18 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, atau sekitar 70 kilometer timur laut Pulau Puah. Gempa terjadi pada kedalaman 91 kilometer.

BMKG melalui peta guncangan (ShakeMap) mencatat gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.

Di Luwuk, getaran tercatat pada skala III-IV MMI.

Sementara di Gorontalo, gempa dirasakan pada skala III MMI.

Lalu di Taliabu, Maluku Utara, dirasakan pada skala II MMI.

Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Sedangkan skala IV MMI menunjukkan gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dengan beberapa benda ringan dapat bergoyang.

Secara geologis, wilayah Gorontalo merupakan kawasan yang aktif secara tektonik karena berada di sekitar pertemuan beberapa lempeng besar dunia. 

Aktivitas subduksi serta sejumlah sesar aktif di sekitar Teluk Tomini dan Sulawesi bagian utara turut menjadikan kawasan ini rawan gempa bumi.

Meski memiliki magnitudo cukup kuat, kedalaman gempa yang mencapai 91 kilometer membuat dampak guncangan di permukaan cenderung lebih kecil dibanding gempa dangkal dengan kekuatan serupa.

Namun karena energinya cukup besar, getaran masih dapat dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved