MBG di Gorontalo
Dukung Program MBG, Poltekkes Gorontalo Libatkan Alumni di Pengelolaan
Poltekkes Kemenkes Gorontalo menunjukkan dukungan nyata terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Lulusan Poltekkes Kemenkes Gorontalo kini berperan dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG)
- Poltekkes Gorontalo menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di sektor kesehatan, siap menyiapkan tenaga kesehatan bila dilibatkan secara formal.
- Kampus membuka diri untuk evaluasi MBG sesuai mekanisme resmi, menekankan bahwa program ini lahir dari kajian pemerintah dan bermanfaat bagi peningkatan kesehatan serta konsentrasi siswa
TRIBUNGORONTALO.COM – Poltekkes Kemenkes Gorontalo menunjukkan dukungan nyata terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan alumni dalam pengelolaan program.
Sejumlah lulusan perguruan tinggi kesehatan tersebut kini berperan langsung di lapangan, khususnya melalui Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).
Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung kebijakan pemerintah di sektor kesehatan, termasuk MBG.
“Dalam hal dukungan program pemerintah yang terkait dengan sektor kesehatan maupun MBG, itu tetap kita lakukan dukungan penuh,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com pada Senin (2/2/2026).
Baca juga: Breaking News: Kecelakaan Maut di Marisa Gorontalo, Identitas Korban Terungkap
Masrif menyebut, bentuk dukungan paling dekat terlihat dari keterlibatan alumni Poltekkes Gorontalo dalam pelaksanaan MBG. “Ada beberapa alumni kami yang kemudian terlibat langsung dalam pengelolaan MBG di SPPG,” jelasnya.
Meski melalui mekanisme rekrutmen mandiri, tenaga kesehatan yang terlibat tetap berasal dari Poltekkes Gorontalo. Masrif menegaskan, sebagai institusi pendidikan di bawah naungan Kementerian Kesehatan, pihaknya siap berkontribusi apabila dilibatkan secara formal. “Kita tetap menyiapkan tenaga-tenaga yang kemungkinan besok atau lusa bisa dilibatkan sesuai dengan kebutuhan program,” katanya.
Selain itu, Poltekkes Gorontalo juga membuka diri untuk terlibat dalam evaluasi program MBG sepanjang dilakukan melalui mekanisme resmi. “Secara formal kami bersedia melakukan evaluasi jika diminta, tetapi kalau secara informal melakukan koreksi secara terbuka, ada etik organisasi yang harus dipedomani,” tambahnya.
Masrif menekankan bahwa MBG merupakan program yang lahir dari kajian pemerintah dan memiliki manfaat dari sisi keilmuan. Ia bahkan mengingatkan bahwa Indonesia pernah melaksanakan program serupa berupa pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah. “Dulu ada namanya program pemberian makanan tambahan anak-anak sekolah, itu dalam bentuk kudapan. Tujuannya meningkatkan tingkat kehadiran dan konsentrasi siswa,” terangnya.
Dengan keterlibatan alumni, Poltekkes Gorontalo berharap kontribusi nyata dapat terus diberikan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Poltekkes-Kemenkes-Gorontalo.jpg)