Kasus Kecelakaan
Breaking News: Kecelakaan Maut di Marisa Gorontalo, Identitas Korban Terungkap
Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Limbula, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Minggu dini hari
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-mobil-Daihatsu-Xenia-DB-1813-LT-yang-mengalami-rusak-berat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang pengemudi minibus Daihatsu Xenia bernama Oyis Matenga (35), warga Marisa Utara, meninggal dunia setelah diduga bertabrakan dengan kendaraan lain di Jalan Trans Sulawesi, Desa Limbula, Pohuwato
- Kecelakaan terjadi Minggu dini hari sekitar pukul 00.05 Wita di kawasan perkebunan yang sepi tanpa saksi mata. Korban sempat dirawat di Puskesmas Motolohu, namun nyawanya tidak tertolong
- Aparat Polres Pohuwato masih menelusuri identitas kendaraan lain yang diduga terlibat
TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Limbula, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Minggu dini hari sekitar pukul 00.05 Wita.
Seorang pengemudi minibus Daihatsu Xenia dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari di kawasan perkebunan yang sepi.
Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Jefriansyah Tangahu, mengonfirmasi korban bernama Oyis Matenga, 35 tahun, seorang wiraswasta asal Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Saat kejadian, Oyis mengemudikan mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi DB 1813 LT dari arah Kecamatan Popayato menuju Kecamatan Marisa.
Mobil yang dikemudikan korban diduga bertabrakan dengan kendaraan lain yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian lengan dan tubuh depan.
Baca juga: Polisi Gorontalo Tangkap Terduga Pelaku Penikaman di Tambang Suwawa, Satu Daerah dengan Korban
Korban sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Motolohu, Kecamatan Randangan, namun nyawanya tidak tertolong. Kendaraan korban mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian material sekitar Rp10 juta.
Peristiwa nahas ini terjadi di area perkebunan yang minim aktivitas warga. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian, sehingga menyulitkan proses investigasi.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menelusuri keberadaan kendaraan lain yang diduga terlibat.
Langkah awal yang telah dilakukan meliputi mendatangi tempat kejadian perkara, mengumpulkan identitas korban dan saksi sekitar lokasi, serta mengecek kondisi korban di fasilitas kesehatan.
Sementara itu, mobil korban belum dapat dievakuasi karena mengalami kerusakan berat.
Kasus kecelakaan ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Publik diminta menunggu perkembangan lebih lanjut terkait hasil penyelidikan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)