Human Interest Story
Pengrajin Bantal Guling Tradisional Gorontalo Bertahan dari Gempuran Produk Import
Naik dan turun jarum ia gerakan. Ritmenya cepat, namun teratur. Matanya fokus pada setiap jahitan, memastikan setiap garisnya lurus dan rapi.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Halim-Umar-pria-58-tahun-yang-jadi-pengrajin-bantal-tradisional-di-Gorontalo-Minggu-22122024.jpg)
Ada pula bantal pesanan khusus dengan bahan berkualitas tinggi yang bisa bertahan hingga 10 tahun, meski harganya lebih mahal.
Dari hasil penjualan rutin, Halim mencatat keuntungan bersih sekitar Rp 1.250.000 setiap dua minggu.
Namun, proses produksi yang mengandalkan peralatan manual kerap menjadi tantangan tersendiri.
Halim berharap ada dukungan dari pemerintah, terutama berupa mesin penggiling kapok, agar pekerjaannya menjadi lebih efisien dan produksi dapat meningkat.
"Kalau ada bantuan mesin, tentu bisa meringankan beban pekerjaan kami. Selain itu, mungkin kami juga bisa menerima lebih banyak pesanan," tuturnya. (*)
| Warno Rifai Warga Hutabohu Gorontalo Berburu Jerami Padi Sejauh 23 Kilometer |
|
|---|
| Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|