Sabtu, 4 April 2026

Human Interest Story

Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo

Tepi Jalan Sam Ratulangi, dekat kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, sebuah lapak kecil berdiri sederhana

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HUMAN INTEREST — Potret lapak milik Yuyun Hasan (42) di Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo. Yuyun tengah menjahit sepatu milik pelanggannya. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Yuyun Hasan (42), warga Kelurahan Limbau Satu, telah menekuni profesi sebagai penyedia jasa sol sepatu di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kota Gorontalo, sejak tahun 2000
  • Meskipun tidak menggunakan media sosial untuk promosi, usahanya tetap eksis dengan tarif berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000, di mana akhir pekan menjadi waktu tersibuknya.
  • Hasil dari menjahit sepatu dan memperbaiki sandal tersebut digunakan sepenuhnya untuk membiayai kebutuhan sehari-hari serta pendidikan kedua anaknya

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tepi Jalan Sam Ratulangi, dekat kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, sebuah lapak kecil berdiri sederhana.

Bangunan berbahan kayu dengan atap seng itu menjadi ruang kerja sekaligus sumber penghidupan bagi Yuyun Hasan (42). 

Lapak itu bertuliskan "Sol Sepatu Putra", Yuyun tampak fokus menjahit sepatu pelanggan. Di sampingnya, gulungan benang warna-warni tersusun rapi—peralatan utama dalam kesehariannya mencari nafkah. 

Saat ditemui TribunGorontalo.com pada Jumat (3/4/2026), Yuyun menuturkan bahwa ia mulai bekerja sejak pukul 09.00 hingga 17.00 Wita.  

Ia merupakan warga Kelurahan Limbau Satu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya bekerja.

“Saya biasa buka dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore. Kalau sudah sore biasanya sudah mulai sepi, jadi saya tutup,” ujarnya.

Yuyun melayani berbagai jasa perbaikan, mulai dari menjahit sepatu, memperbaiki sandal, hingga mengganti tapak yang rusak. Meski tergolong jasa sederhana, keahliannya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kalau di sini biasanya orang datang untuk jahit sepatu, ganti tapak, sama perbaiki sandal juga ada. Semua tergantung kondisi barangnya,” jelasnya.

Terkait harga, Yuyun mematok tarif yang menyesuaikan dengan tingkat kesulitan dan kemampuan pelanggan.

“Kalau sandal biasanya mulai dari dua puluh ribu rupiah. Kalau sepatu seperti pantofel itu sekitar dua puluh lima ribu, tapi tetap tergantung tingkat kesulitannya juga,” katanya.

Perjalanan Yuyun menekuni dunia sol sepatu tidaklah instan. Ia mengaku telah menekuni pekerjaan ini selama 26 tahun terakhir. Bisa dikatakan, Yuyun menggeluti perannya sebagai 'Cobbler Man' sejak awal pemekaran Provinsi Gorontalo.

“Saya mulai dari tahun 2000. Waktu itu masih muda, belajar sama teman. Dari situ pelan-pelan saya coba buka sendiri sampai sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yuyun membuka lapak tepat di samping Pasar Sentral. Namun, seiring adanya penataan kawasan, ia memindahkan usahanya ke lokasi saat ini yang tetap berada di pusat aktivitas kota.

“Dulu saya jualan di samping pasar sentral, tapi setelah ada perubahan di sana, saya pindah ke sini. Tidak jauh juga, masih di sekitar sini supaya pelanggan lama tetap tahu tempat saya,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved