Human Interest Story
Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo
Tepi Jalan Sam Ratulangi, dekat kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, sebuah lapak kecil berdiri sederhana
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yuyun-Hasan.jpg)
Sebagai pelaku usaha mikro, Yuyun menghadapi tantangan tersendiri. Ia mengaku belum memanfaatkan media sosial untuk promosi, sehingga selama ini pelanggan datang hanya berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.
“Saya tidak pakai media sosial. Selama ini orang tahu dari mulut ke mulut saja, jadi kalau mau servis ya langsung datang ke sini,” ujarnya.
Di balik kesederhanaan lapaknya, Yuyun memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.
Ia harus menghidupi dua anak yang masih menempuh pendidikan di tingkat SMP dan SMA.
“Saya kerja seperti ini salah satunya memang untuk keluarga, untuk kebutuhan sehari-hari dan juga biaya sekolah anak-anak,” tuturnya.
Penghasilan dari menjahit sepatu itulah yang dipakainya untuk menyambung hidup.
Menurutnya, jumlah pelanggan biasanya meningkat drastis saat akhir pekan.
Baca juga: Sosok Rolin Kamali, Lurah Limba U2 Gorontalo Terinspirasi Gaya Umar bin Khattab dan Soekarno
“Biasanya hari Sabtu dan Minggu itu lebih ramai, karena orang libur dan punya waktu untuk datang memperbaiki sepatu atau sandal mereka,” jelasnya.
Meski bekerja dengan segala keterbatasan, Yuyun tetap menyimpan asa. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah bagi para pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Harapan saya ke depan semoga ada bantuan, terutama untuk usaha kecil seperti kami ini. Kalau bisa dibantu tempat yang lebih layak atau peralatan kerja, pasti sangat membantu,” pungkasnya penuh harap.
Di lapak kecil itulah, Yuyun terus berjuang tanpa keluhan. Berbekal jarum dan benang, ia memastikan roda kehidupan keluarganya terus berputar. (*)