Harga Plastik Gorontalo
Beda-beda Cara UMKM Gorontalo Hadapi Kenaikan Plastik agar Tak Merugi
Lonjakan harga bahan kemasan plastik mulai memberi tekanan serius bagi pelaku usaha kecil di Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Diketahui-awal-April-2026-ini-terjadi-kenaikan-harga-plastik-di-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga plastik mulai menekan pelaku UMKM di Gorontalo, terutama sektor minuman dan kuliner.
- Pedagang terpaksa memilih antara menaikkan harga atau mengurangi takaran demi bertahan.
- Jika kondisi berlanjut, harga makanan dan minuman berpotensi ikut naik di tingkat usaha kecil.
TRIBUNGORONTALO.COM — Lonjakan harga bahan kemasan plastik mulai memberi tekanan serius bagi pelaku usaha kecil di Gorontalo.
Pedagang kopi, penjual minuman kekinian kini harus memutar strategi agar usaha tetap berjalan di tengah naiknya harga cup plastik, sedotan, dan kantong kresek.
Kenaikan ini bukan lagi sekadar angka di toko plastik. Bagi pelaku usaha kecil, plastik adalah kebutuhan harian yang menentukan jalannya usaha.
Ketika harga kemasan naik, biaya produksi otomatis ikut melonjak.
Baca juga: Data Diperbarui, 11 Ribu Penerima Bansos Dicoret karena Dianggap Sudah Mampu
Muh Ardiansah (23), pemilik UMKM Kopi Piece.id di Kota Gorontalo, mengatakan dirinya masih berusaha bertahan dengan harga lama sambil memantau perkembangan harga kemasan.
Ia menyebut gelas cup yang paling sering dipakai untuk usahanya saat ini masih berada di kisaran Rp29 ribu untuk dua pack, sedangkan tas kresek kecil dijual sekitar Rp5 ribu per pack.
“Kalau yang biasa saya beli, gelas cup masih Rp29 ribu dua pack, tas kresek kecil masih Rp5 ribu per pack,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (13/4/2026).
Menurut Ardiansah, harga itu masih bertahan karena sebagian stok berasal dari distributor lama. Namun ia mengaku sudah menyiapkan langkah jika harga kembali naik.
“Kalau nanti naik, pilihannya cuma dua: harga jual dinaikkan atau takaran dikurangi,” katanya.
Strategi berbeda diambil Tiara Jenisya, pemilik Lapak Kopi Kita di Bone Bolango.
Ia mengaku kenaikan paling terasa terjadi pada gelas plastik ukuran 400 ml, yang menjadi kemasan utama minuman dingin di lapaknya.
Sebelumnya harga cup ukuran itu masih sekitar Rp27 ribu per pack. Kini naik menjadi Rp31.500.
“Sekarang sudah Rp31.500. Dulu masih Rp27 ribuan,” kata Tiara.
Meski harga kantong kresek kecil masih normal di kisaran Rp5 ribuan, kenaikan harga cup plastik tetap membuat biaya produksi meningkat.