Harga Plastik Gorontalo
Beda-beda Cara UMKM Gorontalo Hadapi Kenaikan Plastik agar Tak Merugi
Lonjakan harga bahan kemasan plastik mulai memberi tekanan serius bagi pelaku usaha kecil di Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Diketahui-awal-April-2026-ini-terjadi-kenaikan-harga-plastik-di-Gorontalo.jpg)
Karena itu, ia lebih memilih menahan margin keuntungan sementara waktu demi menjaga pelanggan tetap datang.
Kenaikan harga plastik tak hanya dirasakan pedagang kopi dan minuman.
Pedagang pasar tradisional pun ikut terbebani.
Salah satu pedagang rempah-rempah di Pasar Andalas Kota Gorontalo, Andri Aneta, mengaku biaya operasionalnya meningkat karena harga kantong plastik ikut naik.
“Sekarang tas plastik mahal, padahal tiap hari pasti dipakai. Mau tidak mau harus dikurangi atau dihitung lagi,” katanya.
Menurut Andri, sebelumnya plastik tidak terlalu membebani pengeluaran usaha.
Namun sekarang, biaya pembelian plastik menjadi salah satu pengeluaran tambahan yang cukup terasa.
Ia mengatakan, meski terlihat sepele, kenaikan harga plastik berdampak langsung pada keuntungan harian pedagang kecil.
Sejumlah laporan menunjukkan harga plastik di beberapa kota besar mengalami kenaikan antara 20 hingga 80 persen, tergantung jenisnya.
Pelaku UMKM di berbagai daerah juga mulai mengeluhkan kondisi ini karena berdampak langsung pada biaya produksi, terutama di sektor kuliner dan minuman.
Secara umum, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku plastik yang berasal dari minyak bumi.
Selain itu, gangguan rantai pasok global serta ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik turut memperparah kondisi.
Nilai impor plastik dan produk turunannya bahkan mencapai belasan triliun rupiah dalam satu bulan terakhir, yang menunjukkan tingginya ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Kondisi geopolitik global juga ikut mempengaruhi, terutama terhadap harga minyak dunia yang menjadi bahan dasar produksi plastik.
Di tengah kenaikan ini, pedagang kecil dihadapkan pada pilihan sulit. Menaikkan harga berisiko kehilangan pelanggan, sementara bertahan berarti harus menerima keuntungan yang semakin menipis.
Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin harga berbagai produk makanan dan minuman di tingkat pedagang kecil akan ikut mengalami penyesuaian.
Kenaikan harga plastik yang selama ini jarang diperhatikan, kini menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberlangsungan usaha mikro di daerah.(*/Jefri)