Jumat, 6 Maret 2026

Tribun Podcast

FULL Wawancara Eksklusif Ismail Rasyid, Dari Perjuangan Masa Kecil hingga Jadi CEO Trans Continent

Cerita CEO Trans Continent Ismail Rasyid menceritakan perjalanan hidupnya dari masa kecil hingga menjadi CEO Trans Continent.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi

Jadi otomatis saya atau kalau bahasa orang sekarang Hijriah ke Batam.

Jadi ke Batam tahun 83 itu akhir, bekerja sebagai nyambi karena udah ada pengalaman sebelumnya di dunia kerja baik dulu masa kuliah ikut dosen penelitian.

Saya sempat berapa lama, waktu itu di Riau Pos ya nggak lama karena waktu itu kan modelnya kita mencari berita membuat berita kemudian diberikan uang saku dan uang jalan tapi kan kita tetap survive untuk berjuang.

Tribun: Pak Ismail sempat honorer?

IR: Enggak honorer saya kerja freelance.

Tribun: Pernah kerja di Batam sempat di gaji Rp150 ribu ya.

IR: Ya jadi ceritanya itu memang saya itu setelah dari media sebentar, saya melihat di situ bahwa di Batam itu banyak taksi-taksi yang legal. 

Pada saat itu mobil-mobil mewah bekas banyak saya melihat kesempatan, kemudian kita sewa mobil sehari pada saat itu Rp100 ribu. Tapi kita melihat pekerjaan yang ada di Batam itu bekerja sekitar situ mungkin sekitar 40 ribu orang.

Saya melihat di Batam  itu cukup sibuk dengan banyaknya investasi asing. Banyak pekerja dari luar pulau Batam dari Jawa dari mana-mana. 

Mereka bekerja  dengan sistem shift 1 itu pagi sampai 8 sampai 12. Sift ke dua jam 9 ke jam 4 sore, dan dari jam 4 sore ke jam 7 malam.

Saya melihat peluang ini, saya karena saya bekerja di suatu perusahaan pada saat itu kebetulan saya S1 tapi saya ikut kerja di pabrik Taiwan, mereka memproduksi tali pancing tapi kita untuk naik ke atas itu nggak bisa karena kita bekerja di level temen-temen yang sekolah menengah, SMK.

Kebetulan saya bisa sedikit Bahasa Inggris jadi tim leader tapi kalau kita lanjutkan di situ mentok. Karena dari 8 grup tim itu satu insinyur, saya bukan Insinyur kondisi itu saya pikir ini nggak akan bisa. 

Tapi gaji di situ sebenarnya sudah besar bang, Rp1.500.000, tahun-tahun tersebut Namun pekerjaannya saya tidak suka tapi kan saya harus hidup.

Jadi pada waktu itu saya putuskan untuk mencari pekerjaan lain. Saya kemudian sewa mobil itu Corolla cukup bagus, jadi sambil kerja itu naksi.

Jadi kita lihat jam kerja di jam berapa nih?  kita kerjanya pagi, maka siftnya malam nih. Jadi kita harus dapat nih Rp300 ribu. Itu dibagi untuk sewa mobil sehari, bisa  buat makan, isi bensin dan isi tabungan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved