Human Interest Story
Harapan Bergantung di Jalan Baypass Center Point Bone Bolango Gorontalo
Bagi banyak orang, jalan ini lebih dari sekadar jalur lalu lintas. Ini adalah tempat mereka menggantungkan harapan hidup. Di sepanjang jalan, deretan
|
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
Roni Supu pedagang buah di kawasan jalan Baypass menuju arah center point Bone Bolango.
Semangka dan melon dijual Rp 10 ribu per buah, pisang Rp 10 ribu per sisir, buah naga Rp 20 ribu per kilogram, pepaya hanya Rp 5 ribu per buah, dan kacang tanah dijual mulai Rp 10 ribu per liter.
Walau penghasilan tidak menentu dan lebih sering merugi, Roni tetap bersyukur.
Baginya, setiap pembeli yang datang adalah rezeki yang patut disyukuri.
“Biar cuma sedikit-sedikit yang beli, alhamdulillah masih ada penghasilan. Yang penting cukup untuk bertahan,” ujarnya, tersenyum.
Di jalan ini, di bawah terik matahari dan hujan yang kerap turun, Roni terus bertahan. Lapaknya mungkin kecil, tapi semangat dan rasa syukur yang ia miliki adalah hal besar yang membuatnya tetap berdiri. (*)
Berita Terkait:#Human Interest Story
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
| Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor |
|
|---|
| Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia |
|
|---|
| Cerita Ismail Husin, Mahasiswa UNG Tekuni Dunia Jurnalistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roni-Supu-pedagang-buah-di-kawasan-jalan-Baypass-menuju-arah-center-point-Bone-Bolango.jpg)