Human Interest Story
Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak
Senja baru saja turun di kawasan Jalan Prof. Dr. H. B Jassin, tepatnya di wilayah Limba U I, Kecamatan Kota Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENJUAL-Ridwan-Baat-saat-berada-di-gerobaknya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ridwan Baat (64), warga Ipilo, Kota Gorontalo, telah berjualan balon udara karakter sejak 1985 dan merakit sendiri sebagian besar dagangannya.
- Dari hasil berjualan di trotoar kawasan Jalan Prof. Dr. H. B Jassin, ia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga SMA meski penghasilan tidak selalu stabil.
- Memasuki Ramadan, ia tetap bertahan berjualan sore hingga malam dengan harapan sederhana: kesehatan dan rezeki yang terus mengalir bagi keluarganya.
Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Magang UNG
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Senja baru saja turun di kawasan Jalan Prof. Dr. H. B Jassin, tepatnya di wilayah Limba U I, Kecamatan Kota Selatan.
Di depan gerai Coffee Toffee, seorang pria paruh baya tampak berdiri menjaga gerobak kayunya.
Menjelang waktu berbuka, ia bersiap menutup lapak sejenak sebelum berpindah ke titik lain di sekitar Apotek Kiddy, Limba B, yang kerap ramai pada malam hari.
Pria itu adalah Ridwan Baat (64), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo.
Sejak 1985, ia menggantungkan hidup dari berjualan balon udara karakter buatan tangannya sendiri.
Baca juga: Masuk Hari ke-3 Ramadan, Ini Amalan dan Keutamaan yang Sayang Dilewatkan
Di saat Gorontalo belum seramai sekarang, Ridwan sudah lebih dulu berdiri di trotoar, meniup balon satu per satu, lalu menjajakannya kepada anak-anak dan orang tua yang melintas.
Berbeda dengan pedagang mainan pada umumnya, Ridwan tidak sekadar mengambil barang dari pemasok.
Balon karakter warna-warni yang menjadi andalannya ia rakit sendiri.
Bahkan gerobak kayu tempat ia menyusun dagangan juga hasil buatannya.
Meski sebagian mainan lain ia ambil dari toko, balon karakter buatannya tetap menjadi produk paling diminati pembeli.
Baca juga: Harga Daging Mulai Naik di Pasar Sentral Kota Gorontalo saat Ramadan
Harga yang ia tawarkan bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per buah.
Namun pendapatannya tidak selalu stabil. Pada hari yang ramai, ia bisa membawa pulang Rp100.000 sampai Rp200.000.
Di hari biasa, penghasilannya kerap berada di bawah Rp50.000. Meski begitu, ia tetap bertahan dengan perhitungan modal dan keuntungan yang sangat terbatas.