Human Interest Story
Harapan Bergantung di Jalan Baypass Center Point Bone Bolango Gorontalo
Bagi banyak orang, jalan ini lebih dari sekadar jalur lalu lintas. Ini adalah tempat mereka menggantungkan harapan hidup. Di sepanjang jalan, deretan
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roni-Supu-pedagang-buah-di-kawasan-jalan-Baypass-menuju-arah-center-point-Bone-Bolango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Jalan Baypass menuju Center Point Bone Bolango selalu ramai dengan hiruk-pikuk para pedagang.
Bagi banyak orang, jalan ini lebih dari sekadar jalur lalu lintas. Ini adalah tempat mereka menggantungkan harapan hidup.
Di sepanjang jalan, deretan penjual menawarkan berbagai barang dagangan.
Ada pedagang gerobak, penyewa lapak kontrak, hingga pemilik kios permanen.
Es kelapa muda yang segar, bakso pangsit yang menggoda, ikan hias yang menarik perhatian, hingga buah-buahan segar memenuhi bahu jalan.
Di antara keramaian itu, Roni Supu adalah salah satu yang paling setia.
Selama tujuh tahun terakhir, ia menggelar lapak kecilnya di dekat simpang empat Jalan Bachruddin Jusuf Habibie.
Lapak itu, sederhana namun penuh warna, menjadi saksi perjuangan panjangnya.
“Saya mulai berjualan dari pukul delapan pagi, dan biasanya baru tutup sekitar pukul sebelas malam,” kata Roni sambil merapikan buah-buahannya.
Namun, musim hujan belakangan ini menjadi cobaan berat bagi Roni.
Pendapatan hariannya yang sebelumnya bisa mencapai Rp 500 ribu, kini turun drastis menjadi hanya Rp 100 ribu.
Banyak buah yang akhirnya membusuk sebelum sempat terjual, membuat modal Rp 5 juta yang ia keluarkan terasa semakin berat.
“Sekarang banyak buah yang kosong atau busuk, tidak bisa dijual lagi,” keluhnya.
Meski begitu, ia tidak punya pilihan lain. Berjualan di pinggir jalan adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk uang jajan anak-anaknya di sekolah.
Di lapaknya, Roni menawarkan beragam buah dengan harga yang terjangkau.
| Warno Rifai Warga Hutabohu Gorontalo Berburu Jerami Padi Sejauh 23 Kilometer |
|
|---|
| Kisah Yuyun Hasan, Tukang Sol Sepatu Sejak Awal Pemekaran Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|