Internasional
Ledakan Perangkat Elektronik di Lebanon, Puluhan Korban Tewas
Dikutip dari sumber luar negeri, ledakan perangkat elektronik mengguncang Beirut selatan dan berbagai kota lainnya pada Rabu 18 September 2024 waktu s
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Meskipun layanan kesehatan Lebanon menghadapi tekanan berat, Perdana Menteri sementara Najib Mikati menyatakan bahwa rumah sakit masih “mampu” menangani.
Salah Zeineldine, kepala petugas medis AUBMC, melaporkan bahwa dari 140 pasien yang dirawat, beberapa masih dalam kondisi kritis meski tidak ada yang dalam keadaan mengancam nyawa.
Banyak di antara mereka mengalami kehilangan jari atau mata.
Di depan AUBMC, banyak orang enggan berbicara dengan media. Namun, Ali, seorang pria berusia 40 tahun, berbagi pengalamannya.
Dia sedang mengunjungi seseorang yang terluka dan mengingat kembali ledakan yang dia dengar sehari sebelumnya di pinggiran selatan Beirut.
“Setiap lima hingga sepuluh detik, saya mendengar ledakan lagi,” katanya.
Di Rumah Sakit Clemenceau, suasana terasa lebih tenang dibandingkan hari Selasa yang sibuk.
Sementara itu, di Rumah Sakit Mount Lebanon, dokter-dokter harus mengatasi kekacauan dengan triase yang ketat, menentukan siapa yang membutuhkan operasi segera dan siapa yang bisa dipulangkan.
Seorang dokter yang bekerja pada hari Selasa mengatakan bahwa jalan menuju rumah sakit relatif sepi, namun area di sekitar rumah sakit sangat ramai, memaksa banyak pasien untuk meninggalkan mobil mereka di mana saja.
Orang dengan cedera yang paling serius sudah dipindahkan ke ruang operasi yang sudah penuh, dan dokter serta tim medis lainnya bekerja keras untuk menangani pasien dengan berbagai tingkat keparahan.
“Ini bukan luka ringan,” kata dokter tersebut.
“Lukanya menakutkan tapi pasien semua tenang. Mereka seperti: ‘Selesaikan saja dan saya akan baik-baik saja.’” (*)
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
| Analisis Geopolitik Jika Amerika Berani Serang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Tenggelam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-tentara-sterilkan-area-lintasan-Ambulance.jpg)