Banjir di Kota Gorontalo

SDN 13 Kota Barat Gorontalo Masih Terendam Banjir, Libur Terpaksa Diperpanjang

Hal inipun menyebabkan gangguan serius pada kegiatan belajar mengajar. Halaman sekolah masih dipenuhi air setinggi betis orang dewasa, membuat kondisi

|
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Fernandes Siallagan, TribunGorontalo.com
Suasana SDN Kota Barat, Kota Gorontalo, Kamis (17/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Banjir yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 13 Kota Barat di Kota Gorontalo belum sepenuhnya surut, Rabu (17/7/2024). 

Hal inipun menyebabkan gangguan serius pada kegiatan belajar mengajar. Halaman sekolah masih dipenuhi air setinggi betis orang dewasa, membuat kondisi lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan.

Isnam Mozin, seorang guru di SDN 13 Kota Barat, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengambil keputusan untuk memperpanjang masa libur bagi para siswa.

Baca juga: Temuan Baru Mengungkap Rahasia Otak Manusia, Bisa Tidur Micro Saat Terjaga?

Seharusnya, pada Senin (15/7/2024), siswa-siswi telah kembali bersekolah. Namun, melihat kondisi sekolah yang belum memadai, keputusan tersebut terpaksa diambil.

"Kami terpaksa meliburkan, karena keadaan belum kembali normal. Banjir masih melanda," ujar Isnam kepada TribunGorontalo.com pada Kamis (17/7/2024).

Masalah ini diperparah oleh letak geografis sekolah yang lebih rendah daripada sawah dan jalanan di sekitarnya, sehingga air dari halaman sekolah tidak dapat keluar melalui saluran air.

Baca juga: KPU Pohuwato Mulai Merekap Hasil Suara PSU dari 439 TPS

"Kami hanya mengandalkan matahari. Kalau nanti hujan, berarti makin lama air surut," tambah Isnam.

Upaya untuk mengeluarkan air dengan menggunakan mesin telah dilakukan, namun karena lokasinya yang dekat dengan persawahan, air kembali masuk ke sekolah melalui bagian belakang.

Akibatnya, dampak banjir sangat besar terhadap fasilitas sekolah.

Buku-buku pelajaran yang tertinggal di sekolah menjadi basah selama berhari-hari, sehingga tidak dapat lagi digunakan. Beberapa meja dan kursi juga mulai melapuk.

Namun, ada beberapa barang elektronik yang berhasil diselamatkan saat banjir melanda.

"Cuman itu yang kami harapkan, semoga musibah ini bisa berakhir dan sekolah bisa aktif kembali," tandas Isnam dengan penuh harap. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved