Banjir di Kota Gorontalo
Warga Kelurahan Biawu Gorontalo Tidur Tak Nyenyak, Was-Was Banjir Susulan
Warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo was-was akan terjadinya banjir susulan.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-di-Kota-Gorongtalo-98888777.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo was-was akan terjadinya banjir susulan.
Hal itu disebabkan tingginya debit air di Sungai Bone Gorontalo.
Pantauan TribunGorontalo.com, Selasa (16/7/2024) debit air sungai Bone masih dikategorikan tinggi.
Selain itu, arus air sungai juga masih sangat deras.
Masyarakat dekat bantaran Sungai Bone pun diliputi rasa khawatir.
Kendatipun saat ini Kelurahan Biawu tidak lagi tergenang banjir.
Menurut Siti Marjene, warga asli Solo, Jawa Barat, mengaku tak nyaman tidur.
Rumahnya berada di Kelurahan Biawu dan sempat dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu.
"Belum kelar saya punya rasa syok, ini tambah khawatir lagi," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (16/7/2024).
Siti menyebut banjir bandang yang melanda di Kelurahan Biawu membuat tidurnya tak nyenyak.
"Satu malam itu saya tidak bisa tidur, padahal di posko pengungsian. Pikiran saya cuma ke rumah ini," lanjutnya.
Ditambah lagi, Siti hanya tinggal seorang diri.
Beruntung, ada kerabanya datang membantu membersihkan rumah.
"Mereka yang bersihkan ini rumah, kasur, bantal hingga kursi mereka yang jemur," akunya.
Pendapat serupa dilontarkan Miyanti Habu. Warga Kelurahan Biawu ini mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap banjir susulan.