Minggu, 29 Maret 2026

Banjir di Kota Gorontalo

Cerita Fikri, Anggota BPBD Provinsi Gorontalo saat Evakuasi Korban Banjir, 2 Hari Tidak Tidur

Cerita Fikri (28) anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang melakukan evakuasi terhadap korban banjir hingga tidak ti

Tayang:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Fikri, Anggota BPBD Provinsi Gorontalo saat Evakuasi Korban Banjir, 2 Hari Tidak Tidur
TRIBUNGORONTALO/NAWIRISLIM
Fikri (28), anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Fikri (28) anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo yang melakukan evakuasi terhadap korban banjir hingga tidak tidur selama dua hari.

Fikri juga merupakan pimpinan evakuasi untuk daerah Kecamatan Kota Selatan seperti Kelurahan Limba B, Biawao, Biawu, dan Jalan Panigoro.

"Pasca dapat informasi ada banjir besar di Kota Gorontalo, kami yang berada di Posko Longsor Suwawa, langsung bergeser ke tempat banjir untuk lakukan evakuasi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (12/7/2024).

Fikri bersama empat anggota BPBD Provinsi Gorontalo lainnya langsung bergerak ke lokasi banjir.

Mereka menggunakan perahu karet dengan mesin tempel sebagai penggeraknya.

Fikri juga menceritakan beberapa proses evakuasinya selama dua hari.

"Kami juga pernah evakuasi, korban meninggal kakek yang berusia lebih dari 70-an, kami evakuasi, di hari pertama," ujarnya.

"Kakek itu meninggal karena penyakit, dan rumahnya memang terdampak banjir," lanjutnya.

Selain itu, Fikri juga pernah mengevakuasi Ibu dan bayi yang baru berusia dua hari.

Adapula kakek yang didapati berdiam diri di rumahnya selama dua hari dan belum makan.

"Banyak sekali kejadian saat banjir dua hari ini, dan semuanya berjalan dengan lancar soal proses evakuasi serta jalur yang kita lewati," katanya.

Jalanan yang sempit serta arus air yang sangat deras, sangat menyusahkan bagi para anggota evakuasi.

Tidak adanya penerangan juga memperlambat proses evakuasi korban.

"Hari pertama itu hujan lebat, mati lampu, arus deras, menjadikan proses evakuasi sedikit terhambat, walaupun semuanya tetap lancar," lanjutnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar selalu memberikan informasi jika ingin dievakuasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved