Kabar Internasional
Korea Selatan Aktifkan Penjagaan Militer di Perbatasan Pasca "Diserang" Balon Sampah oleh Korut
Pengeras suara dianggap sebagai alat perang psikologis kunci yang menyiarkan berbagai pesan ke perbatasan, termasuk kritik terhadap catatan hak asasi
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-tentara-berjaga-di-pos-pemeriksaan-di-Jembatan-Penyatuan-Besar.jpg)
Secara terpisah, Utara melakukan serangan jamming GPS di perairan dekat pulau perbatasan barat laut Korea Selatan untuk hari kelima berturut-turut pada hari Minggu.
Pada hari Minggu, Korea Utara mengatakan akan menghentikan sementara kampanye balon lintas perbatasan, meskipun juga mengancam akan melanjutkannya jika selebaran anti-Pyongyang dikirim dari Korea Selatan.
Kelompok Fighters for a Free North Korea, sebuah organisasi yang berbasis di Seoul yang meluncurkan balon anti-Pyongyang bulan lalu.
Mereka mengatakan akan mempertimbangkan untuk menghentikan selebaran hanya jika Utara meminta maaf karena mengirim balon berisi sampah ke Selatan.(*)
| Kabar Duka, Artis Korea Selatan Kim Sae-ron Meninggal Dunia, Jenazahnya Ditemukan Rekannya di Rumah |
|
|---|
| Jaksa ICC Desak Hakim Segera Terbitkan Surat Penangkapan Terhadap Pejabat Israel |
|
|---|
| Roket Hantam Pangkalan Amerika di Irak, Beberapa Tentara Terluka |
|
|---|
| Hakim AS Nyatakan Google Habiskan Miliaran Dolar untuk Monopoili Ilegal Mesin Pencari |
|
|---|
| Uni Eropa Desak Israel dan Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata dari Presiden AS Joe Biden |
|
|---|