Human Interest Story
Cerita Afieany Rahim Jadi Cosplayer di Gorontalo
Afieany Rahim bercerita mengenai pengalamannya menjadi cosplayer di Gorontalo.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Afieany-Rahim-78999000.jpg)
Karakter paling sulit untuk diperankan selama menjadi cosplayer menurutnya adalah Shikanoin Heizou dari karakter Genshin Impact.
"Aksesorisnya harus dipasang oleh dua orang," ungkapnya.
Selain itu, adapun karakter Cardcaptor Sakura yang merupakan anime tahun 2000-an.
Orang tua Afieany diketahui saat ini mendukung hobi anaknya tersebut.
Meski awalnya skeptis dan dianggap menghambur-hamburkan uang, sekarang orang tuanya malah senang anaknya menjalankan hobinya.
"Orang tua kasih ijin dan disupport selama tidak mengandung sara, pornografi, dan lain yang ke arah negatif," ungkapnya.
Ia pernah ingin berhenti menjadi cosplayer karena mendapatkan pelecehan di media sosialnya.
"Memang beberapa oknum masih melihat perempuan itu sebagai objek," ungkapnya.
Ia berharap kedepannya kepada penikmat anime atau penonton acara cosplayer agar selalu dalam batasan.
"Ingat cosplayer juga punya hati dan perasaan, cosplayer juga manusia. Jadi tidak boleh sembarangan," tutupnya.
| Sosok Moh Ardiansyah, Pemuda Parimo Lulus S2 di Gorontalo: Biayai Kuliah dengan Usaha Kopi |
|
|---|
| Cerita Hamidun Diko, 29 Tahun Jadi Penjahit Sepatu di Boalemo Gorontalo |
|
|---|
| Cerita Rafzan Hadi Fotographer Musiman saat Wisuda, Bisa Raup Cuan Modal Camera |
|
|---|
| Yanti Raih Wisuda Tepat Waktu, Selesaikan Skripsi Januari dan Jadi Wisudawan Terbaik FOK UNG |
|
|---|
| Warno Rifai Warga Hutabohu Gorontalo Berburu Jerami Padi Sejauh 23 Kilometer |
|
|---|