Human Interest Story
Kisah Iptu Fitri S Ali Sosok Kapolsek Telaga Biru, 4 Kali Gagal Tes TNI Gorontalo
Iptu Fitri merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang imam masjid, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Iptu-Fitri-S-Ali-Kapolsek-Telaga-Biru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebelum sukses menjadi anggota Polri, Iptu Fitri sempat mengalami kegagalan sebanyak empat kali saat mendaftar TNI
- Setelah mengabdi selama 16 tahun di Korps Brimob dan bertugas di Bid Propam Polda Gorontalo, ia kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Telaga Biru, kembali melayani masyarakat di tempat kelahirannya sendiri
- Di samping tugasnya sebagai polisi, Iptu Fitri juga merupakan seorang dosen praktisi sejak 2021
TRIBUNGORONTALO.COM – Garis tangan seseorang tidak ada yang tahu. Namun bagi Iptu Fitri S Ali, keberhasilan yang ia rengkuh hari ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari ketekunan dan doa restu orang tua.
Lahir di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo pada 7 Juli 1986, Iptu Fitri kini kembali ke tanah kelahirannya bukan sebagai warga biasa, melainkan sebagai Kapolsek Telaga Biru.
Dibalik seragam cokelatnya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan religius dan sederhana.
Iptu Fitri merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang imam masjid, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, ia ditempa dengan nilai-nilai kedisiplinan dan pengabdian.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidaklah mulus. Lulusan SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo ini awalnya bercita-cita menjadi prajurit TNI. Sayangnya, nasib berkata lain.
"Saya sebelumnya empat kali masuk tentara, tidak lulus," kenang Fitri.
Menuntaskan Mimpi Sang Ayah
Kegagalan empat kali di TNI tidak membuatnya patah arang. Ia kemudian mencoba peruntungan di institusi Polri. Menariknya, ia langsung dinyatakan lulus hanya dalam satu kali tes.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi keluarganya. Usut punya usut, Iptu Fitri seolah sedang menuntaskan mimpi masa lalu sang ayah yang sempat kandas.
Namun jalan menuju cita-cita itu tidak selalu mulus. Setelah lulus dari SMK Pelayaran Bina Taruna Gorontalo, ia berkali-kali mencoba peruntungan menjadi prajurit TNI.
Berbekal pengalaman dan persiapan dari kegagalan sebelumnya, ia akhirnya berhasil lolos seleksi polisi hanya dalam satu kali tes.
Menurutnya, proses panjang saat gagal menjadi TNI justru menjadi bekal penting dalam keberhasilannya.
Dengan suara bangga, ia menceritakan ksah perjuangannya yang ternyata memiliki kemiripan dengan masa lalu sang ayah.
Ia mengungkapkan bahwa ayahnya pun pernah mengalami kegagalan serupa saat mencoba menjadi anggota polisi.
"Bapak saya itu dulu katanya empat kali masuk polisi katanya tidak lulus, sehingga ketika saya lulus ekspektasi sangat luar biasa," katanya.