Human Interest Story

Cerita Afieany Rahim Jadi Cosplayer di Gorontalo

Afieany Rahim bercerita mengenai pengalamannya menjadi cosplayer di Gorontalo.

|
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Afieany Rahim saat menggunakan pakaian anime 

"Diri saya sendiri itu ingin disukai sama orang lain," ungkapnya.

Afieany merasa jika respon orang-orang yang berada dalam komunitas cosplay tersebut berbeda.

Ia malah merasa sangat diterima oleh teman-teman barunya.

"Respon mereka (teman cosplay) beda, mereka kenal saya sebagai cosplay itu beda," jelasnya.

Karena disukai oleh teman-temannya tersebut, Afieany sampai saat ini menjadi cosplayer.

Semakin lama, Afieany malah semakin suka dan mengembangkan hobinya yang terpendam tersebut selama empat tahun.

Ia kemudian debut menjadi cosplayer di depan umum dengan menjadi MC di acara yang diikutinya selama ini.

Meski terbilang sebagai hobi yang mahal, ia merasa sangat senang.

"Satu set kostum itu bisa sampai Rp 500 ribu untuk yang kualitasnya rendah dan Rp 2.5 juta untuk kualitasnya bagus," jelasnya.

Uang tersebut, ungkap Afieany, belum termasuk wig, make up, sepatu, dan aksesoris yang diperlukan.

Ia biasanya ingin memerankan karakter tertentu, namun tidak dapat menemukan kostumnya.

Oleh karena itu, Afieany sering mencari penjahit dari seluruh Indonesia.

Dari penuturannya, ia mengaku waktu yang diperlukan untuk membuat kostum anime tersebut sangat lama.

Untuk daerah Gorontalo, Afieany sampai sekarang belum menemukan penjahit yang bisa membuat baju sesuai dengan anime yang diinginkannya.

Afieany sampai sekarang memilih untuk membeli dan meminjam kostum yang ingin diperankannya dari luar daerah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved