Kamis, 12 Maret 2026

Ramadan 2026 di Gorontalo

Secanggih Ini Alat Pemantau Hilal di Gorontalo, Teleskopnya Bisa Otomatis Lacak Posisi Bulan

Pemantauan rukyatulhilal awal Ramadan 1447 Hijriah di rooftop Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo tak hanya memastikan hilal tidak terlihat.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Secanggih Ini Alat Pemantau Hilal di Gorontalo, Teleskopnya Bisa Otomatis Lacak Posisi Bulan
TribunGorontalo.com
RUKYATULHILAL GORONTALO -- Teleskop otomatis merek iOptron yang digunakan Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo saat pemantauan rukyatulhilal awal Ramadan 1447 H di rooftop Kampus IAIN Gorontalo, Selasa (17/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemantauan rukyatulhilal awal Ramadan 1447 H di rooftop Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo menggunakan teleskop otomatis milik Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo yang mampu melacak posisi bulan secara real time. 
  • Perangkat tersebut terintegrasi dengan kamera astronomi dan motor penggerak yang dikendalikan melalui komputer sehingga mempermudah proses pengamatan. 
  • Namun secara astronomi, posisi hilal di wilayah Gorontalo masih berada di bawah ufuk sehingga tidak dapat diamati.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemantauan rukyatulhilal awal Ramadan 1447 Hijriah di rooftop Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo tak hanya memastikan hilal tidak terlihat.

Pengamatan kali ini juga menampilkan kecanggihan teknologi yang digunakan tim pemantau.

Pemantauan hilal dilakukan oleh tim dari Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo dengan menggunakan perangkat teleskop otomatis terbaru yang mampu membantu menentukan posisi bulan secara presisi.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, Andri Wijaya Bidong, menjelaskan bahwa alat yang digunakan merupakan teleskop dengan sistem otomatis yang dirancang untuk mempermudah proses pencarian objek langit, khususnya hilal.

“Teropong ini otomatis untuk mencari posisi bulan berada di mana,” ujarnya, Rabu (19/2/2026) sore.

Senada dengan itu, Staf Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, Heiddy P Permana, mengungkapkan teleskop yang digunakan merupakan produk yang sudah dilengkapi sistem terintegrasi.

Menurutnya, perangkat tersebut menggabungkan beberapa komponen utama, mulai dari teleskop dengan lensa otomatis, kamera astronomi, hingga motor penggerak teleskop.

“Dia ada bagian teleskopnya yaitu lensa otomatis, kemudian ada sensor kamera astronominya sama motor penggerak teleskopnya,” jelas Heiddy.

Pengoperasian alat dilakukan melalui perangkat komputer.

Operator cukup memilih objek langit yang akan diamati, kemudian teleskop akan bergerak otomatis menuju arah yang telah ditentukan.

“Jadi dari starbook-nya kita pilih matahari, dia otomatis menggerakkan teleskopnya mengarah ke matahari,” tambahnya.

Citra hasil pengamatan kemudian ditangkap kamera astronomi dan langsung ditampilkan di komputer sehingga dapat diamati secara real time oleh tim rukyat.

Heiddy menambahkan, penggunaan teleskop otomatis serupa sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah stasiun BMKG di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, beberapa wilayah masih menggunakan perangkat pengamatan dengan sistem berbeda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved