Ramadan 2026 di Gorontalo
Secanggih Ini Alat Pemantau Hilal di Gorontalo, Teleskopnya Bisa Otomatis Lacak Posisi Bulan
Pemantauan rukyatulhilal awal Ramadan 1447 Hijriah di rooftop Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo tak hanya memastikan hilal tidak terlihat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RUKYATULHILAL-GORONTALO-Teleskop-otomatis-merek-iOptron.jpg)
Ia memastikan kemampuan alat tersebut sudah memadai untuk kegiatan rukyatulhilal.
“Sudah cukup, cuma kan hari ini kondisinya hilal tidak dapat diamati karena kondisi astronominya,” ujarnya.
Secara astronomi, posisi hilal di wilayah Gorontalo saat magrib 29 Syaban berada pada minus 1,5 derajat atau masih berada di bawah ufuk.
Kondisi tersebut menyebabkan hilal mustahil untuk dirukyat.
Dengan demikian, bulan Syaban disempurnakan menjadi 30 hari dan 1 Ramadan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Hasil pemantauan hilal dari Gorontalo selanjutnya dilaporkan ke pusat sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal Ramadan secara nasional. (*)