Minggu, 15 Maret 2026

Ramadan 2026 di Gorontalo

Hilal Tak Terlihat di Gorontalo, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan 19 Februari 2026

Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di rooftop Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2/2026)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba

Ringkasan Berita:
  • Pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Gorontalo menunjukkan bulan sabit muda belum dapat terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. 
  • Berdasarkan hasil perhitungan astronomi, Syaban disempurnakan menjadi 30 hari. 
  • Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada 19 Februari 2026.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di rooftop Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Selasa (17/2/2026), menunjukkan bulan sabit muda belum dapat terlihat.

Berdasarkan pengamatan astronomi, posisi hilal masih berada di bawah garis ufuk sehingga belum memenuhi syarat untuk diamati secara visual.

Ketua Tim Urais Binsyar Kementerian Agama Gorontalo, Safrianto Kaaowan, mengungkapkan hasil perhitungan ilmu falak menunjukkan ketinggian hilal di wilayah Gorontalo berada pada minus 1,5 derajat.

Ia menjelaskan, dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam atau waktu magrib.

Baca juga: Seluruh Masjid Muhammadiyah di Gorontalo Bakal Gelar Salat Tarawih Malam Ini 17 Februari 2025

Hal ini berbeda dengan kalender Masehi yang menetapkan pergantian hari pada pukul 00.00 waktu setempat.

Menjelang waktu magrib pada 29 Syaban, tim rukyatulhilal melakukan pemantauan untuk memastikan kemungkinan kemunculan hilal sebagai penanda dimulainya bulan Ramadan.

RAMADAN -- Petugas melakukan penyetelan alat pemantau hilal menjelang waktu magrib dalam kegiatan
RAMADAN -- Petugas melakukan penyetelan alat pemantau hilal menjelang waktu magrib dalam kegiatan rukyatulhilal yang difasilitasi Kementerian Agama Gorontalo. Proses pengamatan dilakukan dengan menggunakan teleskop khusus untuk mendeteksi kemunculan bulan sabit muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Namun, dengan posisi hilal yang masih berada di angka minus 1,5 derajat, secara astronomis bulan sabit awal Ramadan dipastikan tidak dapat terlihat.

Kondisi tersebut membuat penanggalan bulan Syaban harus disempurnakan menjadi 30 hari.

Safrianto menegaskan, dengan hasil tersebut maka awal Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan di Gorontalo akan diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal Ramadan melalui sidang isbat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurutnya, fenomena hilal dengan posisi minus tidak hanya terjadi di Gorontalo, melainkan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menambahkan, wilayah Aceh yang biasanya menjadi salah satu lokasi pemantauan terakhir juga menunjukkan posisi hilal yang serupa, sehingga peluang terlihatnya hilal di Indonesia hampir tidak ada.

Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan Besok

Meski hilal belum terpantau dari wilayah Gorontalo, namun dipastikan seluruh masjid Muhammadiyah di Provinsi Gorontalo bakal menggelar salat Tarawih mulai malam ini, Selasa (17/2/2026). 

Artinya, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan besok, Rabu 18 Februari 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved