Berita Internasional

Aljazair Tolak Kebebasan Taiwan, Tegaskan Komitmen Terhadap Prinsip Satu Tiongkok

Hal ini disampaikan dalam pertemuan terpisah antara Liu Guozhong, anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis China dan Wakil Perdana Menteri Dewa

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Foto oleh Feng Yongbin /China Daily
Ilustrasi -- Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang bertemu dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, di Aula Besar Rakyat di Beijing, 19 Juli 2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Internasional -- Aljazair menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap prinsip Satu Tiongkok dan reunifikasi nasional China.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan terpisah antara Liu Guozhong, anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis China dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara, dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dan Perdana Menteri Nadir Larbaoui, di ibu kota Aljazair.

Dalam pertemuan tersebut, Liu Guozhong menjelaskan posisi prinsip China terkait isu Taiwan. Menanggapi hal ini, Tebboune dan Larbaoui menyatakan bahwa masalah Taiwan murni urusan internal China, dan Aljazair selalu teguh berpegang pada prinsip Satu Tiongkok.

Para pemimpin Aljazair juga dengan tegas menekankan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah China dan menyatakan dukungan mereka terhadap upaya China dalam reunifikasi nasional. Mereka juga menolak segala bentuk kebebasan Taiwan.

Selain isu Taiwan, kedua pihak turut membahas hubungan bilateral dan kerja sama kedua negara. Wakil Perdana Menteri China memuji capaian pembangunan Aljazair dan menilai China dan Aljazair sebagai "teman sejati dan mitra alami dalam mengejar pembangunan bersama dan peremajaan nasional."

Tahun ini menandai peringatan 10 tahun pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-Aljazair. Liu Guozhong menyatakan bahwa China berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Aljazair.

Kerja sama itu dalam berbagai bidang, termasuk mendukung satu sama lain pada isu-isu terkait kepentingan inti, mempromosikan pertukaran dan kerja sama di bawah kerangka pembangunan bersama berkualitas tinggi "Belt and Road".

Serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam urusan internasional dan regional untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Tebboune dan Larbaoui menyambut baik tawaran kerja sama tersebut dan menegaskan bahwa memperkuat kerja sama dengan China merupakan pilihan strategis bagi Aljazair.

Mereka menyatakan komitmen untuk secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan bersama "Belt and Road", menarik lebih banyak perusahaan China untuk berinvestasi di Aljazair, dan bersama-sama mendorong pembangunan kedua negara.

Para pemimpin Aljazair juga menekankan bahwa hubungan Aljazair-China tidak dapat dipisahkan, dengan adanya kesepahaman yang luas tentang isu-isu internasional dan regional utama.

Mereka menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan China untuk menegakkan keadilan dan ketertiban internasional serta melindungi kepentingan bersama negara-negara berkembang.

Kunjungan Liu Guozhong ke Aljazair semakin memperkuat hubungan antara kedua negara dan diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru di berbagai bidang.

++Berita dioptimasi dari Xinhua
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved