Jumat, 6 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-507: Putin Gagal Cari Pengganti Bos Tentara Bayaran Wagner

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-507, Sabtu (15/7/2023): Putin gagal cari pengganti pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-507: Putin Gagal Cari Pengganti Bos Tentara Bayaran Wagner
Twitter media afiliasi Pemerintah Rusia/RT_com
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyampaikan pidato kenegaraan di Ibu Kota Rusia, Moskow, pada 21 Februari 2023. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-507 pada Sabtu, 15 Juli 2023: Putin ungkap hasil pertemuan dengan Bos tentara bayaran Wagner yang gagal. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin gagal mencari pengganti bos kelompok tentara bayaran Wagner untuk berperang di Ukraina.

Sebagaimana diketahui, Wagner telah dikerahkan untuk membantu pasukan militer reguler Rusia dalam invasi di Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022.

Hingga kemudian belum lama ini, Wagner memutuskan mundur dari zona perang di Ukraina menyusul adanya konflik internal antara kelompok tentara bayaran dengan pemerintahan Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Sabtu (15/7/2023) atau hari ke-507 perang, Putin mengaku mencari dan gagal untuk mengganti Yevgeny Prigozhin sebagai pemimpin pejuang Wagner di Ukraina setelah kepala tentara bayaran itu menolak proposalnya selama pertemuan di Kremlin bulan ini.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-506: Putin Tegaskan Tank dari Barat Jadi Target Prioritas

Pernyataan Putin yang muncul dalam wawancara dengan surat kabar Kommersant tersebut merupakan pengakuan mengejutkan bahwa presiden Rusia masih merundingkan pengambilalihan kelompok tentara bayaran Wagner.

Analis berpendapat bahwa pemberontakan Wagner yang berumur pendek bulan lalu mengungkap kelemahan dan ketidakmampuan Putin untuk mengelola konflik di antara berbagai pemain kekuasaan dalam rezimnya.

Sementara itu pada Jumat (14/7/2023), rekaman siaran media pemerintah Belarusia menunjukkan bahwa instruktur Wagner mulai tiba di Belarusia sebagai bagian dari kesepakatan pengasingan yang dicapai dengan Kremlin setelah pemberontakan tentara bayaran ke Moskow yang dibatalkan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-505: Militer Rusia Lucuti Senjata Tentara Bayaran Wagner

Adapun Putin mengatakan kepada kolumnis Andrei Kolesnikov bahwa dia bertemu dengan Prigozhin serta 35 komandan Wagner di Kremlin setelah pemberontakan dan berusaha merundingkan persyaratan untuk kelanjutan partisipasi kelompok tentara bayaran dalam perang Rusia di Ukraina.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menawarkan Prigozhin opsi untuk mengizinkan pejuang Wagner terus bertugas di Ukraina di bawah kepemimpinan komandan medan perang mereka, Andrey Trochev.

“Mereka semua bisa berkumpul di satu tempat dan terus mengabdi,” kata Putin kepada Kolesnikov, yang telah meliput pemimpin Kremlin selama beberapa dekade.

“Dan tidak ada yang akan berubah untuk mereka. Mereka akan dipimpin oleh orang yang sama yang telah menjadi komandan mereka yang sebenarnya selama ini.” lanjutnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-504: Dukung Ukraina, Australia Bakal Kirim Pesawat Pengintai

Tawaran itu mendapat dukungan dari para komandan Wagner, kata Putin.

Namun tawaran tersebut berujung mendapatkan penolakan dari Prigozhin.

“Banyak dari mereka menganggukkan kepala ketika saya mengatakan ini. Tapi Prigozhin, yang duduk di depan mereka dan tidak melihat (reaksi mereka), berkata: ‘Tidak, orang-orang tidak akan setuju dengan keputusan itu.’” ungkap Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-503: Hampir 50.000 Pria Rusia Tewas selama Invasi Berlangsung

Wawancara tersebut tampaknya menjadi bagian dari upaya yang lebih luas oleh Kremlin untuk memenangkan loyalitas jajaran Wagner, bahkan saat berusaha mendiskreditkan Prigozhin dengan membocorkan informasi sensitif dan memalukan tentang dirinya.

Selama wawancara, Putin juga mengatakan Wagner tidak ada, mengutip undang-undang Rusia yang melarang perusahaan militer swasta dan meragukan masa depannya.

Di sisi lain, foto-foto Prigozhin yang memalukan juga bocor ke saluran Telegram pro-perang setelah penggerebekan di kediamannya dan kantor Wagner.

Beberapa menunjukkan dia dalam penyamaran, mengenakan janggut dan hiasan rambut palsu, yang menyebabkan ejekan kepala tentara bayaran.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-502: Zelensky Klaim Pasukannya Membuat Kemajuan di Selatan

Pada hari Jumat, gambar yang bocor menunjukkan Prigozhin duduk dengan pakaian dalam di ranjang di tenda lapangan yang dihiasi dengan lencana Wagner.

Tanggal pembuatan gambar tidak dapat segera dikonfirmasi, dan tidak diketahui apakah Prigozhin berada di Belarusia.

Pada hari yang sama, televisi pemerintah Belarusia juga mengklaim bahwa para pejuang Wagner pertama telah tiba di sebuah kamp militer yang didirikan di desa Asipovichi.

Tentara bayaran tampak melatih pasukan pertahanan lokal dalam senjata dan taktik dalam penampakan pertama pejuang Wagner di Belarusia sejak pemberontakan ke Ibu Kota Rusia, Moskow.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-500: PBB Ungkap Invasi Tewaskan Lebih dari 9.000 Warga Sipil

Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan para pejuang Wagner “melayani sebagai instruktur di sejumlah disiplin militer”.

Sedangkan, Amerika Serikat menyatakan bahwa Wagner sebagian besar telah dikesampingkan di Ukraina, sebuah tren yang dimulai setelah kelompok tersebut mengumumkan penarikan pada Mei menyusul pertempuran kunci untuk Kota Bakhmut.

Pada Kamis (13/7/2023), Sekretaris pers Pentagon, Pat Ryder, mengatakan:

“Pada tahap ini, kami tidak melihat pasukan Wagner berpartisipasi dalam kapasitas yang signifikan dalam mendukung operasi tempur di Ukraina.”

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-499: AS akan Kirim Bom Tandan, Human Rights Watch Tolak Keras

Namun Ryder menambahkan bahwa mayoritas pejuang Wagner tetap berada di Ukraina yang diduduki Rusia, tempat mereka ditempatkan sebelum pemberontakan.

Seiring dengan operasi Prigozhin yang menguntungkan di Afrika, kontrak Grup Concord miliknya untuk memasok pangkalan militer Rusia lainnya di luar negeri bisa menjadi hadiah berharga bagi Kremlin jika mereka dapat direbut dari kendalinya.

“Jika Putin dan Prigozhin mengesampingkan emosi mereka, secara rasional kedua pemain lebih memilih untuk berdamai sehingga Rusia dapat menggunakan pasukan Wagner di Ukraina. Kedua belah pihak saling membutuhkan. Bagi Putin, tujuan yang lebih tinggi adalah perang di Ukraina, sementara Prigozhin tahu bahwa tanpa presiden posisinya sangat goyah.” jelas Abbas Gallyamov, seorang konsultan politik dan mantan penulis pidato untuk Putin.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved